Baru Diaspal, Jalan Nasional di Makassar Rusak dan Berlubang Lagi

- Pengguna jalan keluhkan lubang dan debu
- BBPJN sebut kerusakan aspal karena cuaca tak mendukung
- Perbaikan jalan ditargetkan tuntas sebelum akhir Januari 2026
Makassar, IDN Times - Beberapa ruas jalan protokol di Makassar mengalami kerusakan meski pengaspalan baru selesai pada Desember 2025. Ruas Jalan Urip Sumohardjo dan Jalan Perintis Kemerdekaan, yang termasuk jalan nasional dan rutin dikelola Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan, terlihat bergelombang, berlubang dan berkerikil.
Kondisi ini membuat perjalanan pengendara menjadi berisiko. Jalan yang tidak rata memaksa kendaraan melambat sehingga kemacetan kerap terjadi di siang hari saat volume kendaraan padat. Pada malam hari, kondisi justru lebih berbahaya karena air hujan menutupi permukaan jalan bergelombang.
Pantauan IDN Times pada Kamis (15/1/2026) menunjukkan aspal baru di beberapa titik sudah mengelupas. Lubang-lubang yang sempat ditambal kembali muncul, terutama di jalur yang berada di bawah pohon, yang menerima sedikit sinar matahari. Posisinya berada di sisi kiri jalan.
Kondisi aspalnya tidak rata dan bergelombang. Bagian tersebut tampak lebih rendah dibandingkan jalanan yang beraspal mulus. Belum lagi dengan debu yang cukup mengganggu penglihatan pengendara.
Kondisi terburuk terlihat di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, mulai dari depan Yonif Raider 700/WYC, Maxi Store, Top Mode, Universitas Hasanuddin, hingga Jalan Bung. Di Jalan Urip Sumohardjo, kerusakan juga tampak jelas di depan Aspol Panaikang hingga menjelang Kantor Gubernur Sulsel.
1. Pengguna jalan keluhkan lubang dan debu

Seorang pengguna jalan, Shintia (25), mengeluhkan kondisi ruas jalan tersebut yang masih berdebu dan berlubang. Dia menceritakan saat jam sibuk kendaraan harus melambat untuk menghindari lubang sehingga kemacetan kerap terjadi.
"Parah sekali lubangnya, masalahnya baru diperbaiki lubang kembali karena dikerjakan ketika musim hujan. Kalau jam hectic, biasanya tidak macet daerah situ. Sekarang jadi macet karena orang pelan-pelan hindari lubang," katanya.
Mau tidak mau, dia memilih melewati ruas jalan lain saat berangkat ke tempat kerjanya yakni jalur samping tol. Namun saat pulang, dia tetap harus melintasi jalan yang rusak tersebut sehingga menghadapi debu dan lubang.
"Intinya saya resah, belum lagi debunya," katanya.
2. BBPJN sebut kerusakan aspal karena cuaca tak mendukung

Kepala Satker PJN 3 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan, Malik, menjelaskan kerusakan jalan muncul karena hujan deras yang mengguyur berhari-hari. Akibatnya, aspal baru yang seharusnya mengeras belum sempat kering sempurna sehingga mudah mengelupas.
"Itu sudah diperbaiki tapi kemarin kan ini cuaca juga yang tidak mendukung," kata Malik melalui telepon saat dikonfirmasi IDN Times.
Dia mengakui ruas jalan yang baru diperbaiki masih berdebu dan terlihat kotor saat dilintasi. Namun Malik memastikan perbaikan akan terus berlangsung pada malam hari untuk menutupi permukaan jalan dengan aspal baru.
"Kan belum diaspal. Mungkin malam nanti ditutup. Karena sudah diaspal kalau malam. Mudah-mudahan baik cuaca dan tidak hujan," katanya.
3. Perbaikan jalan ditargetkan tuntas sebelum akhir Januari 2026

Saat ini, ruas jalan yang rusak sedang diperbaiki menggunakan alat berat dengan intervensi CMM (Cold Milling Machine). Alat ini mengeruk lapisan aspal lama secara dingin, meratakan permukaan, dan menghasilkan material kerukan (RAP) yang bisa didaur ulang untuk aspal baru atau beton.
Ruas jalan yang baru saja diperbaiki namun cepat rusak ini tentu memunculkan pertanyaan terkait efektivitas pengaspalan saat musim hujan serta pengawasan kualitas material dan pelaksanaan proyek. Namun Malik menegaskan bahwa material yang dipakai telah memenuhi spesifikasi agar tahan lama.
"Materialnya harus memenuhi spesifikasi supaya tahan," kata Malik.
Malik menjelaskan kontrak proyek pemeliharaan ruas jalan telah berakhir pada Desember 2025. Meski demikian, kontraktor yang mengerjakan perbaikan tetap memikul tanggung jawab untuk menjaga kondisi jalan.
"Kita usahakan sebelum akhir Januari 2026 tuntas," katanya.
4. Perbaikan jalan nasional Makassar capai 2,3 km

Jalan rusak yang tengah diperbaiki ini termasuk dalam proyek perbaikan ruas jalan nasional sepanjang sekitar 2,3 km. Dari total tersebut, 1,63 km berada di Jalan Perintis Kemerdekaan dan 0,7 km di Jalan Urip Sumohardjo.
Selain perbaikan jalan, BBPJN Sulsel telah merampungkan pengerjaan U-ditch sepanjang 1.900 meter di beberapa ruas jalan untuk memperbaiki sistem drainase. Rinciannya, 578,4 meter di Jalan Sultan Alauddin, 1.110 meter di Jalan Urip Sumohardjo, dan 219,8 meter di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Malik menjelaskan bahwa untuk kebijakan pemeliharaan ruas jalan nasional di Makassar ke depan, saat ini belum tersedia paket pekerjaan untuk 2026. Kondisi ini menunjukkan perencanaan perbaikan jalan masih dalam tahap awal.
"Proses perencanaan masih berjalan, karena proyek ini baru. Belum ada paket untuk 2026. Tapi proses," kata Malik.


















