Banjir Bandang di Maros, Ribuan Warga Dievakuasi

- Banjir bandang di Maros membuat ribuan warga mengungsi dan evakuasi intensif dilakukan hingga Senin.
- Warga pesisir pantai tetap tinggal karena kebiasaan sebagai nelayan, sementara 13 kecamatan terdampak banjir.
- Kerusakan masih disusun laporan, dengan wilayah perkotaan terendam air hingga 1,5 meter.
Makassar, IDN Times - Banjir bandang yang melanda Kabupaten Maros pada Sabtu (21/12/2024) telah menyebabkan ribuan warga mengungsi dari rumah mereka. Proses evakuasi intensif terus berlanjut hingga Senin (23/12/2024).
Tim BPBD setempat dan relawan bekerja keras untuk menyelamatkan warga yang terjebak di daerah terdampak banjir. Posko pengungsian telah didirikan untuk menampung warga yang terdampak. Bantuan darurat terus disalurkan ke lokasi-lokasi yang membutuhkan.
Warga dari berbagai perumahan, seperti Perumnas Tumalia, Perumahan Andi Banca, dan Grand Sulawesi, secara aktif meminta evakuasi setelah pemukiman mereka terendam banjir. Towadeng mengatakan proses evakuasi diprioritaskan pada warga yang terjebak dan yang membutuhkan perawatan medis. Sejauh ini, tim BPBD juga belum mencatat laporan korban meninggal dunia.
"Kemarin ada 3 kasus yang sakit dan 1 orang hendak melahirkan, itu kita evakuasi," kata Towadeng selaku Kepala BPBD Kabupaten Maros, saat diwawancarai IDN Times via telepon, Senin (23/12/2024).
1. Sebagian warga enggan dievakuasi

Namun, warga di daerah pesisir yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan memilih untuk tetap tinggal di rumah panggung mereka. Hal ini mengingat kebiasaan mereka yang sudah terbiasa menghadapi banjir dan memiliki perahu untuk transportasi.
"Saudara-saudara kita yang berada di daerah pesisir pantai yang notabene beraktivitas sebagai nelayan. Mereka sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu dan rata-rata memiliki perahu sehingga mereka enggan dievakuasi," kata Towadeng.
2. Banjir berdampak di 13 kecamatan

Hingga saat ini, lebih dari 13 kecamatan di Kabupaten Maros terdampak banjir. Kecamatan Camba, Cenrana, Mallawa, dan Tompobulu menjadi wilayah paling parah terdampak dari banjir bandang.
Empat kecamatan yang terkena banjir bandang yakni Camba, Cenrana, Mallawa, Tompobulu. Karena daerah tersebut berada di pegunungan, maka air pun mengalir ke dataran yang lebih rendah sehingga banjir meluas ke 9 kecamatan lainnya. Ketinggian air di setiap kecamatan juga bervariasi.
"Kecamatan Maros Baru dan Kecamatan Turikale daerah perkotaan itu hampir secara keseluruhan wilayahnya terendam air hingga 1,5 meter," kata Towadeng.
3. Pemda masih mendata jumlah kerusakan

Terkait dengan jumlah kerusakan, Towadeng mengatakan pihaknya masih sementara menyusun laporan ke pusat. Laporan dari setiap kecamatan juga belum masuk.
"Kami maklum bahwa kondisi pemerintahan memang belum stabil. Aparat pemerintah masih sibuk melakukan evakuasi dan penyelamatan serta pemberian bantuan kepada warga terdampak sehingga laporan ini belum selesai hingga saat ini," kata Towadeng.



















