Kepal Kanwil Kemenag Sulesl Ali Yafid. (Dok. Kemenag Sulsel)
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, Ali Yafid dalam laporannya menyampaiakan persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan, urai Ali Yafid, mendapat kuota sebesar 7.272 orang dengan rincian, Jemaah 6.833 orang, Prioritas lansia 364 orang, Pembimbing KBIHU 18 orang, dan Petugas Haji Daerah 57 orang.
Adapun jumlah waiting list Jemaah Haji Sulawesi Selatan per 6 Februari 2025 sebanyak 249.951 orang. Kabupaten dengan masa tunggu paling lama adalah Kabupaten Bantaeng (49 tahun) dan Sidrap (47 tahun) dan yang paling singkat adalah Kabupaten Luwu (24 tahun) dan Enrekang (25 tahun).
“Persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Sulawesi Selatan dapat kami laporkan bahwa proses verifikasi jemaah haji yang akan masuk alokasi kuota haji tahun 1446 H/2025 M sudah selesai dilakukan, tinggal menunggu KMA penetapan jemaah haji masuk alokasi kuota haji reguler,” ucapnya.
Untuk pelunasan Bipih, sambung Ali Yafid, jemaah haji masih menunggu Keputusan Presiden tentang BPIH dan KMA dan Kepdirjen tentang petunjuk teknis pelunasan. Sementara penyelesaian dokumen Jemaah haji berupa penyelesaian paspor dan perekaman data biometrik Jemaah Haji masih terus berjalan.
“Jumlah paspor yang telah diselesaikan proses MRTD sebanyak 5.958 (82%) yang merupakan progress tercepat urutan ke-3 dari seluruh provinsi se Indonesia. Sementara pemeriksaan kesehatan dalam rangka Istithaah kesehatan bagi Jemaah Haji sudah dilakukan di 24 kabupaten/kota melalui Dinas Kesehatan masing-masing,” terangnya.
Jumlah jemaah haji yang sudah melakukan pemeriksaan Kesehatan, sebut Ali Yafid, sebanyak 5.438 orang (75,56%). “Yang dinyatakan memenuhi syarat kesehatan sebanyak 3.175 orang (44,12%) dan yang sementara proses pemeriksaan lanjutan sebanyak 2.263 orang,” katanya.