Anjal dan Gelandangan Dominasi Layanan Sosial Makassar Sepanjang 2025

- Anak jalanan dan gelandangan jadi prioritasSecara klasifikasi, kelompok Anak Jalanan menjadi kategori terbanyak dengan 102 orang, terdiri dari 54 laki-laki dan 48 perempuan. Posisi kedua ditempati oleh Gelandangan dan Pengemis dengan 88 orang (41 laki-laki, 47 perempuan).
- Kelompok tuna susila tercatat 59 orang
Kelompok Tuna Susila tercatat sebanyak 59 orang, dengan lonjakan layanan baru terlihat pada akhir tahun. Kategori lain yang turut mendapatkan perhatian adalah Lansia Terlantar (31 orang), Orang Terlantar (24 orang), dan Anak Berhadapan dengan Hukum (24 orang).
Makassar, IDN Times - UPT RTPC (Rumah Perlindungan dan Trauma Center) Kota Makassar mencatat pelayanan terhadap 354 klien Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Makassar, dari total klien tersebut, 200 orang merupakan laki-laki dan 154 orang perempuan.
Distribusi kunjungan bulanan menunjukkan fluktuasi signifikan. Jumlah layanan terendah terjadi pada Februari dengan delapan klien, sedangkan puncaknya tercatat pada November dengan 50 klien.
"Kami melihat ada peningkatan signifikan jumlah klien pada akhir tahun, terutama di bulan November dan Desember," kata Andi Bukti Djufrie, Jumat (2/1/2025).
1. Anak jalanan dan gelandangan jadi prioritas

Secara klasifikasi, kelompok Anak Jalanan menjadi kategori terbanyak dengan 102 orang, terdiri dari 54 laki-laki dan 48 perempuan. Posisi kedua ditempati oleh Gelandangan dan Pengemis dengan 88 orang (41 laki-laki, 47 perempuan).
"Anak jalanan dan gelandangan masih menjadi persoalan utama yang kami tangani," kata Bukti.
2. Kelompok tuna susila tercatat 59 orang

Kelompok Tuna Susila tercatat sebanyak 59 orang, dengan lonjakan layanan baru terlihat pada akhir tahun. Kategori lain yang turut mendapatkan perhatian adalah Lansia Terlantar (31 orang), Orang Terlantar (24 orang), dan Anak Berhadapan dengan Hukum (24 orang).
"Kami juga mencatat beberapa kategori dengan jumlah lebih sedikit, seperti ODGJ, NAPZA, dan anak dengan kedisabilitasan yang hanya tercatat sebanyak 1 orang pada bulan September," kata Bukti.
3. Layanan tepat sasaran untuk semua klien

Hingga kini, UPT RTPC tetap melayani berbagai kategori klien, mulai dari anak jalanan, gelandangan, tuna susila, hingga lansia dan anak berhadapan dengan hukum. Setiap kelompok klien memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga layanan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
"Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa UPT RTPC melayani berbagai spektrum masalah sosial dengan dominasi kasus pada anak jalanan dan gelandangan," kata Bukti.


















