Ambo Sakka, Empat Tahun Tunda Berangkat Haji Demi Sang Ibu

Makassar, IDN Times - Seorang warga Makassar bernama Ambo Sakka rela menunda keberangkatannya beribadah haji selama empat tahun. Itu supaya dia bisa menunaikan ibadah haji bersama ibunya.
Ambo Sakka seharusnya berangkat pada musim haji tahun 2021. Namun, demi menemani ibunya yang baru mendapatkan nomor porsi keberangkatan tahun 2025, ia memilih menunda perjalanannya ke Tanah Suci.
“Saya yakin, berhaji bersama ibu adalah mimpi terbesar kami. Saat tahu porsi ibu belum bisa masuk tahun 2021, saya langsung putuskan untuk menunda keberangkatan," katanya dikutip dari laman Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Jumat (2/5/2025).
"Alhamdulillah, tahun ini kami bisa berangkat bersama. Apalagi usia beliau sudah 75 tahun, setiap hari saya berdoa agar diberikan umur panjang untuk menunaikan haji bersama ibu tercinta,” ucap Ambo Sakka.
Jemaah haji Kota Makassar tahun 2025 akan diberangkatkan dalam 16 kelompok terbang (kloter) dengan total 1.165 orang. Kloter pertama masuk Asrama Haji pada 1 Mei 2025 dan berangkat ke Arab Saudi pada 2 Mei pukul 03.00 WITA dini hari, dengan jumlah jemaah sebanyak 393 orang.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Irman, turut memberikan apresiasi atas kisah inspiratif Ambo Sakka. Dia menyebut itu sebagai bukti bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, melainkan juga spiritual yang sarat makna.
"Semangat dan ketulusan Ambo Sakka Ambo menjadi pelajaran bagi kita semua akan pentingnya memuliakan orang tua," kata Irman.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar telah memberangkatkan jemaah haji kloter I pad Jumat dini hari. Kloter ini dilepas secara resmi oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Kloter ini diisi oleh 386 jemaah haji asal Kota Makassar dan 7 petugas kloter. Jemaah diterbangkan dengan GIA 1101 ke Bandar Udara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah.
Dalam sambutannya, Gubernur berpesan kepada jemaah untuk meluruskan niat, memahami rukun haji dan bersungguh-sungguh dalam beribadah karena tidak semua orang mendapat kesempatan untuk melaksanakannya.
"Banyak orang punya nikmat kesehatan tapi tidak punya kesempatan untuk berangkat haji. Saya pesan semua jemaah memahami rukun haji dulu dan bersungguh-sungguh dalam beribadah," kata Andi Sudirman.




















