Makassar, IDN Times - Aktivis Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) Kawal Pemilu 2024 Sulawesi Selatan menilai proses seleksi calon anggota KPU Makassar sarat kepentingan politik. Salah satu indikatornya adalah adanya dua kali pengumuman peserta lolos seleksi administrasi.
Berdasarkan pengumuman Timsel nomor 25/TIMSELKK-GEL.3-Pu/02/2023 yang diteken pada 22 September 2023, jumlah peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi 100 orang. Namun timsel kembali mengumumkan pada pengumuman nomor 28/TIMSELKK-GEL.3-Pu/02/73/2023 yang diteken pada 23 September, dengan 108 nama peserta lolos. Ada penambahan delapan nama.
"Kami melihat di perubahan hasil seleksi berkas ini sarat dengan kepentingan politik dan bisa saja menimbulkan kekacauan di tengah publik," kata salah satu aktivis perempuan di OMS Kawal Pemilu, Aflina Mustafainah, Selasa malam (27/9/2023).
"Kenapa begitu? Karena proses seleksi yang sebelumnya kan juga alami kekacauan, misalnya lama diumumkan, sekali diumumkan dianulir, lalu tidak mempetimbangkan kuota 30 persen, dan seterusnya," dia melanjutkan.
