3 Daerah di Sulsel Sulit Diakses untuk Distribusi Logistik Pemilu 2024

Makassar, IDN Times - KPU Sulawesi Selatan mulai memetakan jalur distribusi logistik Pemilu 2024. Dari pemetaan itu, ada tiga wilayah yang disebut sulit diakses.
Komisioner KPU Sulsel Divisi Perencanaan dan Logistik, Marzuki Kadir, menyebutkan, wilayah tersebut adalah kepulauan di Kabupaten Pangkep dan Selayar, serta wilayah Seko dan Rampi di Kabupaten Luwu Utara.
"Pertama Pangkep ada sekitar 116 TPS yang berada di kepulauan. Kami sudah atensi khusus itu, Selayar juga demikian dengan ada di Seko di Luwu Utara dengan Rampi," kata Marzuki saat diwawancarai IDN Times, Jumat (8/12/2023).
1. KPU siapkan pengangkutan khusus

Kondisi geografis Kabupaten Pangkepn dan Selayar memang terdiri dari pulau-pulau kecil. Untuk menjangkaunya, petugas akan mengantarkan logistik pemilu menggunakan kapal atau jalur laut. "Otomatis kami siapkan kapal. Misalnya dari Basarnas dan sebagiannya," kata Marzuki.
Sedangkan wilayah Seko dan Rampi di Kabupaten Luwu Utara secara geografis terletak pada dataran tinggi. Akses jalan ke sana tidaklah mulus bahkan termasuk daerah yang terisolir. Namun KPU belum menentukan model pengangkutan logistik ke daerah tersebut.
"Belum ada satu kesepakatan apakah darat atau udara," kata Marzuki.
2. Penyaluran logistik berpotensi terhambat cuaca

Selain daerah yang sulit diakses, hal lain yang dikhawatirkan akan menghambat pendistribusian logistik adalah cuaca. Saat ini, sebagain besar wilayah Indonesia termasuk Sulsel telah mengalami musim hujan.
Namun Marzuki mengatakan pihaknya telah mewanti-wanti kemungkinan ini sejak awal. Karena itu, pengangkutan logistik harus menjadi prioritas utama agar tidak merusak logistik yang.
"Yang di tempat lain itu memang sih ada tapi dalam artian rawan misalnya ada persoalan hujan. Tapi pada prinsipnya kami sudah investarisasikan. Antisipasi termasuk model angkutannya," kata Marzuki.
3. Sebagian logistik telah didistribusikan

Pada tahap pertama, logistik berupa bilik suara, kotak suara, tinta dan segel telah didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota. Pada tahap kedua, yaitu surat suara masih di percetakan. Informasinya, surat suara ini harus dicetak pada 15-16 Desember 2023. Surat suara ini tidak dicetak di Sulsel melainkan di Surabaya, Tegal dan Jakarta.
Untuk mengawasi proses percetakan, KPU Sulsel telah menugaskan 1-2 orang untuk berjaga secara bergiliran. Jika telah selesai dicetak, maka surat suara akan segera didistribusikan hingga Januari sebelum pemungutan suara.
"Kami diberi waktu sekitar 20 hari setelah naik cetak. Ini kan sebenarnya pusat yang tenderkan," kata Marzuki.
Adapun jumlah surat suara yang akan dicetak untuk Pilpres di Sulsel yaitu 6.816.579 lembar. Dari jumlah itu, ada 145.997 surat suara cadangan selebihnya disesuaikan jumlah DPT yaitu 6.670.582 orang. Surat suara itu akan dibagi untuk 26.357 TPS.


















