Makassar Kukuhkan KSB Tamalanrea, 60 Warga Siaga Bencana Berbasis SOP

- Pemerintah Kota Makassar mengukuhkan 60 anggota Kampung Siaga Bencana Tamalanrea dan menggelar simulasi SOP kebencanaan di Anjungan MNEK CPI untuk memperkuat kesiapsiagaan warga.
- Seluruh anggota KSB telah mengikuti pelatihan penanganan awal bencana selama tiga hari dari Kementerian Sosial sebagai bekal menghadapi situasi darurat di lingkungan masing-masing.
- Wali Kota Makassar menegaskan peran KSB sebagai garda terdepan dalam memberikan pertolongan awal serta menjaga koordinasi lintas pihak saat terjadi bencana alam maupun sosial.
Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menggelar apel pengukuhan dan simulasi uji SOP Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Tamalanrea di Anjungan MNEK Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini juga menghadirkan simulasi penanganan darurat berbasis masyarakat sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana.
Sebanyak 60 anggota KSB Tamalanrea yang berasal dari unsur masyarakat, termasuk RT/RW, LPM, dan warga kelurahan di Kecamatan Tamalanrea, mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Selain pengukuhan, peserta juga terlibat dalam simulasi alur penanganan keadaan darurat sesuai standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan.
Pelaksanaan program ini mengacu pada Surat Keputusan Menteri Sosial RI tertanggal 6 Mei 2025 tentang fasilitasi pembentukan KSB dan Taruna Siaga Bencana (TSB) di Kota Makassar. Program ini juga berlandaskan Keputusan Wali Kota Makassar tertanggal 9 April 2026 mengenai pembentukan tim KSB Kecamatan Tamalanrea tahun anggaran 2026.
1. Sudah dibekali pelatihan kebencanaan

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Andi Bukti Djufrie menegaskan pembentukan KSB merupakan upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui pelatihan penanganan awal bencana. Dia menyebut seluruh anggota telah dibekali pelatihan oleh Kementerian Sosial selama kurang lebih tiga hari.
"Pelatihan dari Kemensos kurang lebih tiga hari. Bagaimana penanganannya ini kalau ada begini itu dilatih. Semua dilatih," kata Bukti.
2. Kesiapsiagaan hadapi bencana alam dan sosial

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyoroti kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk bencana. Hal itu mencakup bencana alam maupun bencana sosial.
"Persoalan bukan hanya bencana alam tapi juga bencana sosial. Tetapi yang lebih penting daripada itu, kita semua yang hadir di sini berdoa supaya Bapak Ibu yang dikukuhkan hari ini tidak bekerja. Karena kalau Bapak bekerja berarti ada bencana," kata Munafri.
3. Garda terdepan saat kondisi darurat

Munafri menjelaskan anggota KSB memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam memberikan pertolongan awal di lingkungan masing-masing. Peran tersebut dijalankan saat terjadi kondisi darurat di wilayah tempat tinggal mereka.
"Jikalau ada bencana, orang yang paling pertama muncul untuk memberikan segala macam ketenangan yang ada di daerah masing-masing adalah Bapak dan Ibu yang baru dikukuhkan hari ini," katanya.
Dia juga menekankan pemahaman alur evakuasi saat keadaan darurat terjadi. Hal itu juga mencakup koordinasi lintas pihak dalam penanganan bencana.
"Bapak Ibu yang tahu bagaimana alur penyelamatan dan posisi masing-masing ketika terjadi bencana yang ada di wilayah masing-masing," ucapnya.
















