Ilustrasi guru. (IDN Times/Mardya Shakti )
Terkait kecukupan guru, Iqbal mengatakan Disdik Sulsel belum bisa menyebut kebutuhan ideal secara keseluruhan. Sebab, kebutuhan guru bergantung pada jumlah sekolah, rombongan belajar, jumlah siswa, serta mata pelajaran yang diajarkan.
Disdik Sulsel juga rutin menggelar rekonsiliasi dan pemutakhiran data guru. Upaya tersebut bertujuan mengetahui kebutuhan guru di setiap sekolah.
"Kebutuhan-kebutuhan guru kita terkait dengan sekolah dan mata pelajaran apa, itu setiap bulan itu kita lakukan updating data," kata Iqbal.
Menurutnya, kebutuhan guru juga terus berubah karena setiap bulan terdapat guru yang memasuki masa pensiun atau tidak lagi dapat melanjutkan tugas mengajar. Iqbal menyebut salah satu kekurangan guru yang paling menonjol saat ini adalah guru Bimbingan Konseling (BK).
"Kalau kondisi kita sekarang di Sulawesi Selatan itu kita sekarang ini kekurangan guru Bimbingan Konseling, guru BK," katanya.
Meski demikian, Iqbal belum dapat memastikan jumlah kekurangan guru BK di Sulsel. Dia menegaskan kebutuhan guru harus dihitung berdasarkan kondisi masing-masing sekolah dan mata pelajaran yang tersedia.
"Kebutuhan itu kan tergantung dengan jumlah seluruh sekolah yang ada di kita dan jumlah seluruh berapa rombongan belajar," katanya.