Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

5 Alasan Penting Mengajarkan Anak Laki-laki Pekerjaan Rumah Tangga Sejak Dini

ilustrasi seorang ibu mengajarkan anak laki-laki memasak (pexels.com/Vanessa Loring)
ilustrasi seorang ibu mengajarkan anak laki-laki memasak (pexels.com/Vanessa Loring)

Masih banyak yang beranggapan kalau pekerjaan rumah tangga hanya identik dengan anak perempuan. Mulai dari menyapu, mencuci piring, hingga menyiapkan makanan, sering kali dipandang sebagai tanggung jawab perempuan saja. Padahal, anak laki-laki juga perlu dikenalkan pada hal-hal ini sejak dini. Bukan hanya supaya rumah lebih rapi, tapi juga untuk membentuk karakter dan pola pikir mereka ke arah yang lebih baik.

Mengajarkan pekerjaan rumah tangga kepada anak laki-laki sebenarnya adalah investasi jangka panjang. Mereka akan belajar tentang tanggung jawab, empati, hingga kemandirian. Hal-hal kecil seperti membereskan mainan atau membantu menjemur pakaian bisa menjadi pondasi penting untuk menghadapi kehidupan nyata. Nah, berikut lima alasan penting kenapa anak laki-laki juga perlu terbiasa dengan pekerjaan rumah sejak kecil. Simak satu per satu!

1. Mengajarkan rasa tanggung jawab

ilustrasi seorang anak laki-laki mencuci mangkok kotor (pexels.com/Kampus Production)
ilustrasi seorang anak laki-laki mencuci mangkok kotor (pexels.com/Kampus Production)

Ketika anak laki-laki diberi tugas sederhana, misalnya merapikan tempat tidur atau mencuci gelas yang mereka pakai, mereka belajar bahwa setiap tindakan punya konsekuensi. Mereka jadi paham bahwa rumah bukan hanya tempat tinggal yang otomatis bersih, tapi ada usaha di balik itu semua. Hal ini menanamkan kesadaran bahwa mereka juga bagian dari rumah yang perlu menjaga kerapian dan kenyamanan.

Rasa tanggung jawab ini gak hanya berhenti di lingkungan rumah saja. Saat mereka tumbuh dewasa, anak laki-laki yang terbiasa dengan pekerjaan rumah akan lebih disiplin dan peduli terhadap kewajiban lain, seperti pekerjaan, studi, atau relasi dengan orang sekitar. Mereka belajar bahwa setiap orang punya peran yang harus dijalani, dan itu semua sama pentingnya.

2. Membentuk kemandirian sejak dini

ilustrasi seorang anak laki-laki menyapu lantai (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)
ilustrasi seorang anak laki-laki menyapu lantai (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Anak laki-laki yang terbiasa melakukan pekerjaan rumah akan tumbuh jadi pribadi yang lebih mandiri. Mereka tidak akan panik saat dituntut mengurus diri sendiri, misalnya ketika harus tinggal di kos atau merantau jauh dari orang tua. Hal-hal sederhana seperti memasak mi instan dengan benar atau mencuci pakaian sendiri bisa membuat mereka lebih siap menghadapi situasi nyata.

Kemandirian ini juga membentuk rasa percaya diri. Anak laki-laki akan merasa mampu mengatasi masalah sehari-hari tanpa harus selalu bergantung pada orang lain. Justru, hal ini bikin mereka lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan lebih tangguh saat menghadapi tantangan. Dalam jangka panjang, kemandirian yang terbangun sejak kecil akan jadi fondasi untuk membentuk karakter yang kuat.

3. Menghapus stereotip gender

ilustrasi seorang anak laki-laki menyapu lantai (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi seorang anak laki-laki menyapu lantai (pexels.com/Gustavo Fring)

Mengajarkan anak laki-laki pekerjaan rumah adalah cara sederhana untuk melawan pandangan usang bahwa pekerjaan rumah hanyalah tugas perempuan. Anak laki-laki yang tumbuh dengan pemahaman setara akan lebih menghargai setiap usaha orang lain di rumah, entah itu ibu, kakak perempuan, atau bahkan pasangannya kelak. Mereka jadi lebih terbuka dengan ide bahwa setiap orang berhak dan wajib berbagi tanggung jawab.

Pandangan ini sangat penting untuk masa depan. Anak laki-laki yang tidak melihat pekerjaan rumah sebagai beban perempuan akan tumbuh jadi sosok yang adil dan egaliter. Mereka tidak segan membantu pasangan atau keluarga tanpa merasa gengsi. Dengan begitu, mereka bisa membangun hubungan yang lebih sehat, saling menghargai, dan bebas dari stereotip gender yang mengekang.

4. Membuat mereka lebih empati

ilustrasi seorang anak laki-laki mencuci pakaian (freepik.com/freepik)
ilustrasi seorang anak laki-laki mencuci pakaian (freepik.com/freepik)

Saat anak laki-laki ikut mengerjakan pekerjaan rumah, mereka bisa merasakan sendiri betapa melelahkannya menjaga rumah tetap rapi. Mulai dari menyapu debu yang gak ada habisnya sampai mencuci tumpukan piring, semua itu membuat mereka lebih menghargai usaha orang lain. Dari sini, rasa empati akan tumbuh karena mereka tahu pekerjaan rumah bukan hal sepele.

Empati ini akan berpengaruh besar saat mereka dewasa. Anak laki-laki yang terbiasa membantu di rumah biasanya lebih peka terhadap kebutuhan orang lain. Mereka mudah menghargai jerih payah, tidak meremehkan peran siapa pun, dan punya hati yang lebih lembut. Sifat ini akan membantu mereka membangun hubungan yang harmonis dengan keluarga, pasangan, bahkan lingkungan kerja.

5. Bekal berharga untuk masa depan

ilustrasi seorang anak laki-laki belajar memotong pisang (freepik.com/freepik)
ilustrasi seorang anak laki-laki belajar memotong pisang (freepik.com/freepik)

Keterampilan rumah tangga adalah life skill yang sangat penting. Anak laki-laki yang terbiasa dengan pekerjaan rumah akan lebih siap menghadapi kehidupan nyata, entah saat tinggal sendiri atau ketika sudah berkeluarga. Mereka tidak akan merasa canggung menghadapi situasi sederhana, seperti memperbaiki kebersihan rumah, menyiapkan makanan, atau mencuci pakaian sendiri.

Lebih dari itu, anak laki-laki akan tumbuh jadi pribadi yang bisa diandalkan. Mereka terbiasa berbagi peran, fleksibel menghadapi tantangan, dan punya kemampuan dasar yang membuat mereka tidak mudah bergantung. Bekal ini jelas membuat mereka lebih siap menghadapi kehidupan modern, di mana kemandirian dan kerja sama jadi kunci utama.

Itulah 5 alasan mengapa anak laki-laki perlu diajarkan untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Mengajarkan mereka pekerjaan rumah tangga sejak dini bukan untuk membebani mereka, melainkan untuk membekali mereka dengan nilai hidup yang berharga. Jadi, jangan ragu melibatkan anak laki-laki dalam pekerjaan rumah, ya. Karena dari hal kecil ini, kita bisa membentuk generasi yang lebih mandiri, adil, dan siap menghadapi masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us