Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Olahan Sagu Khas Sulawesi yang Punya Cerita Sejarah di Baliknya

Olahan sagu kapurung kuliner khas Sulawesi Selatan
Kuliner kapurung khas Sulawesi Selatan (instagram.com/fatma.irpal)

Ketika membicarakan sagu, banyak orang langsung mengaitkannya dengan Papua atau Maluku. Padahal, Sulawesi juga punya hubungan panjang dengan sagu sebagai bahan pangan lokal. Jauh sebelum beras menjadi makanan utama, sagu sempat menjadi penopang hidup masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi, terutama di daerah pesisir dan kepulauan.

Tidak sekadar soal rasa, olahan sagu di Sulawesi menyimpan cerita tentang adaptasi, tradisi, dan cara masyarakat bertahan menghadapi kondisi alam. Berikut lima olahan sagu khas Sulawesi yang bukan cuma unik, tapi juga punya sejarah di baliknya.

1. Kapurung (Sulawesi Selatan)

Olahan sagu kapurung makanan khas Sulawesi Selatan
Olahan sagu kapurung khas Sulawesi Selatan (instagram.com/najma5959)

Kapurung adalah salah satu olahan sagu paling dikenal dari Sulawesi Selatan, terutama di wilayah Luwu dan sekitarnya. Hidangan ini dibuat dari sagu yang diseduh air panas hingga membentuk tekstur kenyal, lalu disajikan dengan kuah ikan, sayur, dan perasan jeruk.

Secara historis, kapurung lahir dari kebutuhan masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut dan bahan pangan lokal. Di masa ketika beras sulit diakses, sagu menjadi sumber karbohidrat yang lebih mudah diperoleh. Kapurung pun berkembang sebagai makanan sehari-hari yang mengenyangkan sekaligus fleksibel, karena lauknya bisa menyesuaikan hasil tangkapan.

Hingga kini, kapurung masih bertahan sebagai identitas kuliner Sulawesi Selatan. Bahkan, makanan ini kerap hadir dalam acara adat dan pertemuan keluarga, menandakan posisinya yang lebih dari sekadar menu rumahan.

2. Sinonggi (Sulawesi Tenggara)

Olahan sagu sinonggi makanan khas Sulawesi Tenggara
Olahan sagu sinonggi khas Sulawesi Tenggara (instagram.com/butuanohengki)

Bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya suku Tolaki dan Muna, sinonggi bukan hanya makanan, tapi juga simbol kebersamaan. Olahan sagu ini disajikan dengan cara unik, sagu panas ditarik menggunakan sumpit atau alat kayu, lalu dicelupkan ke dalam kuah ikan atau sayur.

Tradisi makan sinonggi biasanya dilakukan bersama-sama, mencerminkan nilai kolektivitas dalam budaya setempat. Secara sejarah, sinonggi hadir sebagai solusi pangan yang sesuai dengan kondisi alam Sulawesi Tenggara, yang tidak selalu ideal untuk pertanian padi.

Menariknya, hingga sekarang sinonggi masih kerap disajikan dalam acara adat dan penyambutan tamu. Ini menunjukkan bahwa sagu tetap hidup sebagai bagian dari identitas budaya, bukan sekadar peninggalan masa lalu.

3. Papeda versi Sulawesi

Olahan sagu papeda versi Sulawesi
Olahan sagu papeda versi Sulawesi (instagram.com/uthcymakmara)

Papeda memang identik dengan Papua dan Maluku, tetapi Sulawesi juga mengenal versi papedanya sendiri, terutama di wilayah yang punya hubungan sejarah perdagangan dan migrasi antarpulau. Secara tekstur, papeda Sulawesi mirip yaitu lengket, bening, dan disajikan dengan kuah ikan berbumbu asam.

Keberadaan papeda di Sulawesi menunjukkan bagaimana sagu menyebar lewat jalur maritim. Sejak dahulu, masyarakat pesisir Sulawesi aktif berdagang dan berinteraksi dengan wilayah timur Indonesia. Dalam proses itu, budaya pangan pun ikut berpindah dan beradaptasi.

Papeda menjadi bukti bahwa kuliner bukan sesuatu yang statis. Ia berkembang mengikuti pergerakan manusia dan kebutuhan zaman, tanpa kehilangan akar tradisionalnya.

4. Olahan sagu tradisional Bugis-Makassar

Minuman cendol dari sagu
Minuman cendol dari sagu (instagram.com/dapur_bu_titiks)

Dalam sejarah masyarakat Bugis-Makassar, sagu dikenal sebagai bahan pangan alternatif, terutama pada masa-masa sulit seperti paceklik atau perjalanan laut jarak jauh. Sagu mudah disimpan dan diolah, menjadikannya bekal ideal bagi pelaut.

Olahan sagu ini biasanya sederhana, seperti sagu yang dimasak dengan air dan disantap bersama lauk asin atau ikan kering. Ada pula minuman segar berbahan dasar sagu. Meski kini jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, jejaknya masih bisa ditemukan dalam catatan sejarah dan cerita lisan masyarakat Bugis. Cerita tentang sagu dalam budaya Bugis-Makassar mengingatkan bahwa kuliner sering kali lahir dari kebutuhan bertahan hidup, bukan sekadar soal selera.

5. Sagu porno (Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara)

Olahan sagu porno khas Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
Olahan sagu porno khas Sulawesi Utara (instagram.com/margarethajanis)

Nama sagu porno mungkin terdengar unik, tapi olahan ini punya makna budaya yang kuat di Kepulauan Sangihe. Sagu porno adalah sagu yang dimasak hingga mengeras, lalu dipanggang atau disajikan dengan lauk sederhana.

Di wilayah kepulauan yang jauh dari pusat distribusi pangan, sagu menjadi sumber karbohidrat utama yang mudah diperoleh. Sagu porno mencerminkan cara masyarakat Sangihe beradaptasi dengan keterbatasan alam sekaligus menjaga tradisi pangan leluhur. Hingga kini, sagu porno masih dikenang sebagai bagian dari identitas lokal, meski tidak banyak dijual secara komersial.

Berbeda dengan Papua dan Maluku yang mempertahankan sagu sebagai makanan pokok, sebagian besar wilayah Sulawesi lebih cepat beralih ke beras. Faktor kebijakan pangan, perubahan pola konsumsi, dan modernisasi membuat sagu perlahan tersisih ke pinggiran.

Namun, keberadaan kapurung, sinonggi, hingga sagu porno membuktikan bahwa sagu tidak pernah benar-benar hilang. Ia tetap hidup dalam tradisi, cerita keluarga, dan memori kolektif masyarakat Sulawesi.

Di tengah tren kembali ke pangan lokal, kisah sagu di Sulawesi menjadi pengingat bahwa Indonesia punya kekayaan kuliner yang lahir dari sejarah panjang adaptasi dan kebijaksanaan lokal. Menunggu untuk kembali dikenali dan diapresiasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest Food Sulawesi Selatan

See More

5 Olahan Sagu Khas Sulawesi yang Punya Cerita Sejarah di Baliknya

04 Feb 2026, 12:41 WIBFood