5 Alasan Kenapa Jeruk Nipis Wajib Ada di Semua Makanan Khas Sulsel

Makassar, IDN Times - Kalau kamu berkunjung ke Sulawesi Selatan (Sulsel) dan menyempatkan diri untuk datang ke salah satu spot kuliner terkenal, ada satu pemandangan yang mungkin terlihat menarik. Ada irisan jeruk nipis tersaji di seluruh meja makan, mendampingi sambal dan kecap.
Meski mungkin dianggap tidak biasa, jeruk nipis menjadi hal yang wajib ketika berbicara tentang makanan. Nah, berikut ini 5 alasan kenapa jeruk nipis jadi "bumbu wajib" yang tak tergantikan dalam kuliner khas Sulsel!
1. Komponen penting penyeimbang citarasa makanan

Dari aspek kuliner, jeruk nipis berfungsi sebagai penyeimbang (balancing agent). Dilansir oleh Sarchem Labs, rasa asam dapat menekan rasa pahit sekaligus menyeimbangkan rasa gurih yang berlebihan. Dalam masakan Sulsel yang kaya rempah dan lemak, asam dari jeruk nipis membuat rasa makanan yang disajikan menjadi lebih bersih dan tidak membuat enek ketika dicerna.
2. Menghilangkan bau amis dengan efektif

Kuliner Sulsel didominasi olahan hasil laut dan daging. Mengapa harus jeruk nipis? Kandungan asam sitrat pada jeruk nipis mampu mengikat senyawa trimetilamina (penyebab bau amis pada ikan) dan mengubahnya menjadi bentuk garam yang tidak menguap.
Inilah alasan ilmiah mengapa aroma amis hilang seketika saat perasan jeruk nipis dijatuhkan ke atas ikan bakar atau kuah coto. Dan hal tersebut jadi hal wajib sebelum menyantap makanan, tepatnya saat sajian baru saja datang di atas meja dalam kondisi masih hangat-hangatnya.
3. Meningkatkan selera saat menyantap makanan berat
Aroma jeruk nipis yang segar berasal dari minyak atsiri seperti limonene. Riset yang dipublikasikan jurnal Nutrition Clinique et Métabolisme pada November 2025 lalu menjelaskan bahwa aroma sitrus dapat merangsang saraf penciuman yang terhubung ke otak.
Proses ini kemudian memengaruhi sistem saraf otomatis dan zat pengatur nafsu makan, sehingga kita jadi merasa lebih lapar atau berselera makan. Aromanya sangat krusial untuk mendongkrak kelezatan hidangan berat seperti sop konro.
4. Membantu proses pencernaan makanan

Bukan sekadar mitos, jeruk nipis memang membantu perut memproses makanan. Situs kesehatan tersohor Healthline menjelaskan bahwa kandungan asam pada jeruk nipis ternyata membantu air liur kita buat melumatkan makanan lebih cepat supaya lebih mudah dicerna.
Selain itu, jeruk nipis juga kata dengan zat flavonoid yang bertugas memancing keluarnya cairan pencernaan dalam perut. Jadi proses cerna makanan pun jadi makin lancar. Ini membantu saat mengonsumsi hidangan tinggi protein khas Sulsel.
5. Bagian dari tradisi kuliner khas Sulsel

Penggunaan jeruk nipis sudah menjadi tradisi turun-temurun yang mendarah daging di Sulsel. Kebiasaan tersebut biasa disebut pacukka', atau aktivitas memberi rasa asam pada makanan. Yang unik, rasa masakan daerah yang otentik justru hilang jika paccukka-nya diganti dengan cuka makan biasa. Dan hal tersebut masih jadi misteri sampai sekarang.
Nah, itu dia alasannya kenapa jeruk nipis itu "nyawa" dari setiap hidangan khas Sulsel. Jadi jangan heran ya kalau ketika makanan datang, yang orang cari lebih dulu justru jeruk nipis!


















