Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Bedanya Cold Brew dan Iced Coffee: Mana yang Lebih Enak?

Apa Bedanya Cold Brew dan Iced Coffee: Mana yang Lebih Enak?
ilustrasi iced coffee (pexels.com/Teresa Jang)
Intinya Sih

  • Cold brew dibuat dengan merendam bubuk kopi dalam air suhu ruang atau air dingin selama 12-24 jam, menghasilkan rasa lembut dan kaya.

  • Iced coffee adalah kopi panas yang didinginkan dengan es setelah diseduh, prosesnya lebih cepat dan sering dijadikan dasar variasi minuman kopi.

  • Rasa cold brew lebih bold dan kaya, sementara iced coffee lebih ringan dan mudah dikombinasikan dengan rasa lain.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Minuman kopi dingin kini menjadi salah satu pilihan favorit banyak orang, terutama saat cuaca panas. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya apa sebenarnya perbedaan antara cold brew dan iced coffee?

Meski sama-sama dingin dan menyegarkan, cara pembuatan hingga rasanya ternyata berbeda, lho. Kalau kamu penasaran ingin tahu lebih dalam dan menentukan minuman mana yang lebih cocok dengan seleramu, yuk, simak perbedaan keduanya berikut ini!

1. Apa itu cold brew?

Biji kopi berwarna cokelat tua yang telah disangrai dengan permukaan mengilap dan tekstur khas biji kopi siap giling.
Ilustrasi biji kopi (pexels.com/Igor Haritanovich)

Cold brew sebenarnya memiliki proses pembuatan yang cukup unik. Kopi ini dibuat dengan merendam bubuk kopi dalam air suhu ruang atau air dingin selama 12 hingga 24 jam. Berbeda dengan kopi yang biasanya diseduh dengan air panas, cold brew gak melalui proses ‘brewing’ dengan suhu tinggi.

Metode ini memungkinkan kopi untuk melepaskan rasa dan minyak esensial secara perlahan, menghasilkan rasa yang lebih lembut, namun kaya. Karena waktu penyeduhannya yang lama, cold brew sering disebut memiliki rasa yang lebih intens dan tekstur yang lebih halus dibandingkan iced coffee.

2. Apa itu iced coffee?

Seseorang memotret segelas kopi es dan croissant di atas piring putih menggunakan ponsel di meja kafe.
ilustrasi foto iced coffee (pexels.com/Anna Shvets)

Iced coffee adalah kopi panas yang diseduh seperti biasa, baik menggunakan mesin drip, pour-over, atau metode lainnya. Setelah kopi selesai diseduh, kopi ini langsung didinginkan dengan es.

Proses pembuatan iced coffee jauh lebih cepat dibandingkan cold brew, hanya memerlukan waktu beberapa menit. Menurut Jera Corbin, seorang ahli kopi dari Dawn Coffee, iced coffee juga sering dijadikan dasar untuk berbagai variasi minuman kopi, seperti kopi dengan sirup rasa atau kreasi seperti coconut iced coffee.

3. Apakah rasa cold brew dan iced coffee berbeda?

Tangan seseorang menuangkan susu dari botol kaca ke dalam segelas kopi dingin di atas meja kayu dengan suasana kafe hangat.
ilustrasi menuangkan susu ke kopi (pexels.com/Abdulrhman Alkady)

Tentu saja! Cold brew memiliki rasa yang lebih bold dan kaya karena waktu penyeduhannya yang lama. Konsistensinya cenderung lebih kental dan sering dinikmati tanpa tambahan gula atau susu. Di sisi lain, iced coffee memiliki rasa yang lebih ringan, sehingga sering dipadukan dengan cream dan gula.

Menurut Corbin, orang cenderung menikmati cold brew dalam bentuk murni, sedangkan iced coffee lebih fleksibel untuk dicampur dengan berbagai tambahan rasa. Jadi, jika kamu suka rasa kopi yang kuat dan minim campuran, cold brew bisa menjadi pilihanmu. Namun, kalau kamu lebih suka kopi yang ringan dan manis, iced coffee bisa jadi jawabannya.

4. Apakah jenis biji kopi yang digunakan berbeda?

Tangan menuangkan kopi dingin ke dalam gelas berisi es dan susu di atas meja kayu dengan biji kopi berserakan di sekitarnya.
ilustrasi cold brew coffee (pexels.com/Yusril Khaerul Muslim)

Perbedaan metode penyeduhan ternyata juga memengaruhi jenis biji kopi yang digunakan. Untuk cold brew, bubuk kopi biasanya digiling dengan tingkat kehalusan yang lebih kasar agar rasa gak terlalu kuat. Sementara itu, iced coffee menggunakan bubuk kopi yang lebih halus.

Namun menurut Corbin, baik cold brew maupun iced coffee biasanya menggunakan biji kopi medium hingga dark roast. Biji kopi dengan light roast kurang cocok karena rasa dan aromanya cenderung hilang saat disajikan dingin.

5. Apakah cold brew lebih berkafein daripada iced coffee?

Seorang barista memegang dua gelas kopi susu dingin berlapis es batu di atas meja bar dengan latar belakang kafe modern.
ilustrasi iced coffee (pexels.com/Kaan Keskin)

Jawabannya adalah iya! Cold brew memiliki kadar kafein yang lebih tinggi dibandingkan iced coffee. Hal ini disebabkan oleh rasio bubuk kopi yang lebih banyak digunakan selama proses perendaman. Jadi, jika kamu butuh dorongan energi ekstra, cold brew bisa menjadi pilihan yang tepat.

Cold brew dan iced coffee mungkin terlihat mirip, tapi keduanya memiliki karakteristik unik yang membuat pengalaman minum kopi menjadi berbeda. Jika kamu suka kopi dengan rasa yang kuat, lembut, dan kaya, cold brew adalah pilihan yang pas. Namun, jika kamu lebih menyukai kopi ringan yang mudah dikombinasikan dengan rasa lain, iced coffee bisa menjadi andalanmu.

Apa pun pilihanmu, yang terpenting adalah menikmati setiap tegukan kopi sesuai dengan selera dan suasana hati. Jadi, sudah tahu mau pilih yang mana?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Aan Pranata
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest Food Sulawesi Selatan

See More