Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rock In Celebes 2026: Bukti Festival Musik Adalah Ruang untuk Semua

Kota Makassar
5 min read
Rock In Celebes 2026: Bukti Festival Musik Adalah Ruang untuk Semua
Suasana hari kedua festival musik Rock In Celebes 2026 yang berlangsung di Benteng Fort Rotterdam, Makassar, 1 November 2026. (IDN Times/Achmad Hidayat Alsair)
  • Rock In Celebes 2026 di Benteng Fort Rotterdam mengusung festival lintas usia yang inklusif, dengan penataan lebih rapi serta ruang nyaman bagi anak-anak, orang tua, dan penonton berbagai gender.
  • Penyelenggara sengaja menjaga visi sebagai family event dengan memangkas sejumlah kerja sama sponsor; pengunjung muda seperti Rian Alamsyah juga merasakan keamanan, menemukan teman baru, dan mengenal musisi baru.
  • Selain musik, RIC menghadirkan panggung seni tradisi dan instalasi badik karya Iswan Bintang untuk memperkenalkan kembali nilai budaya Sulawesi Selatan melalui tema The Culture.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Malam tiba di Benteng Fort Rotterdam, Makassar, Minggu (1/11/2026), saat saya tiba di venue Rock In Celebes 2026. Saat itu antrian tidak lagi sepanjang sore hari sebab para pemilik tiket sudah berada di dalam cagar budaya dari masa kolonial tersebut. Langkah kaki saya disambut suasana yang kontras dengan ingar-bingar festival musik di Makassar selama ini. Bukan hanya soal alur ticketing yang kian rapi dan sistematis, ada juga vibes hangat yang langsung terasa.

Di sudut-sudut benteng bersejarah ini, Rock In Celebes edisi ke-17 telah berubah menjadi sebuah ruang keluarga yang ramah untuk segala usia. Anak-anak kecil tampak riang berlarian di antara kerumunan penonton berpakaian hitam, sementara para orang tua duduk santai di deretan bangku yang disediakan panitia. Ketika dentuman musik mulai datang dari dua panggung, pemandangan di dalam arena pertunjukan kian meruntuhkan batasan gender dan usia. Perempuan-perempuan muda tidak ragu lagi ikut melebur dalam aksi moshing berdampingan dengan penonton laki-laki, menciptakan suasana yang meriah tapi tetap inklusif.

  1. 1. Rock In Celebes kini dirancang menjadi ruang semua orang untuk berinteraksi

    Penampilan band metalcore asal Bandung, 510, pada festival musik Rock In Celebes 2026.
    Penampilan band metalcore asal Bandung, 510, pada hari kedua festival musik Rock In Celebes 2026 pada 1 November 2026. (IDN Times/Achmad Hidayat Alsair)

    Perubahan Rock In Celebes menjadi festival musik yang semakin inklusif bukan sebuah kebetulan semata. Founder RIC, Hardinansyah "Ardi" Siji, sempat bertutur dalam sesi konferensi pers pra-acara pada Jumat (30/10/2026) bahwa perhelatan ini memang sengaja dirancang untuk menembus sekat-sekat generasi.

    "Rock In Celebes semakin ke sini itu sudah semua usia. Kalau dulu kan terbatas karena adanya sponsor tertentu," ungkap Ardi menjelaskan komitmen perubahan konsep festivalnya di hadapan sekitar 30 pewarta,

    Ardi bahkan menceritakan bagaimana pihak penyelenggara secara sadar memangkas beberapa kerja sama sponsor demi menjaga kemurnian visi dan kenyamanan pengunjung dari beragai usia.

    "Selama tiga edisi terakhir kami merasa RIC menjadi family event di mana anak-anak bisa diajak dan kami tidak menggunakan visual tertentu yang berhubungan dengan unsur tertentu. Toh dari awal festival ini bukan untuk sponsor, dari awal festival ini didesain bukan seperti business event atau showbiz walau kami juga berpikir bahwa ini juga harus sustain (berkelanjutan)," tegasnya.

  2. 2. Reihan Alhamsyah (12 tahun) memilih RIC 2026 sebagai festival musik pertama yang ia datangi

    Rian Alamsyah, remaja yang menjadi salah satu penonton di Rock In Celebes 2026.
    Rian Alamsyah, remaja yang menjadi salah satu penonton di Rock In Celebes 2026. (IDN Times/Achmad Hidayat Alsair)

    Inklusivitas dirasakan oleh para pengunjung yang hadir di RIC 2026. Di tengah set penampil lokal Natinson yang sedang menghibur penonton di Fort Stage (panggung utama), saya bertemu dengan Rian Alamsyah, seorang bocah berusia 12 tahun yang memberanikan diri datang seorang diri.

    "Memang dari dulu kepikiran untuk datang sendiri karena tidak ada yang bisa menemani, apalagi kakak sibuk," cerita Rian sambil tertawa terkekeh saat saya bertanya kenapa berpikir datang sendiri.

    Rian sendiri awalnya datang untuk menonton band-band idolanya seperti Dongker, Alkateri, dan White Chorus. Namun, ia justru menemukan beberapa grup musik baru yang menarik minatnya yakni Daur Hidup, Treeshome, hingga Natinson. Ia mengaku pengalamannya datang datang ke festival musik untuk pertama kalinya terasa lengkap.

    Rian datang diantar sang ayah pada pukul 3 sore, sembari mendapat pesan tegas untuk tidak ikut moshing atau crowdsurfing. Rian sama sekali tidak merasa canggung di tengah lautan penonton dewasa.

    "Saya dapat tujuh teman baru, mereka semua lebih tua daripada saya, ada yang lahir 1997 dan 1998, saya ji yang paling muda," ungkapnya sambil menceritakan bagaimana penonton senior saling menjaga satu sama lain.

  3. 3. Selain musik, RIC 2026 menyajikan instalasi kesenian bertema badik karya seniman Iswan Bintang

    Area galeri berisi karya-karya seniman Iswan Bintang yang dipamerkan di Rock In Celebes 2026.
    Area galeri berisi karya-karya seniman Iswan Bintang yang dipamerkan di festival musik Rock In Celebes 2026 yang berlangsung di Benteng Fort Rotterdam pada 1 November 2026. (IDN Times/Achmad Hidayat Alsair)

    Selain menikmati jajaran musik keras hingga pop, Rian juga memuji aturan ramah lingkungan festival yang mewajibkan penonton membawa tumbler sendiri, serta kekagumannya pada instalasi seni di area festival. Kehadiran ruang eksibisi visual di RIC bukan sekadar pajangan. Kekuatan edisi ke-17 ini semakin lengkap dengan selipan acara kebudayaan yang dikurasi langsung oleh Tanahindie, sebuah organisasi non-profit yang mendedikasikan diri pada kerja-kerja kebudayaan dan riset sosial di Sulawesi Selatan.

    Tepat di tengah Fort Stage dan Baston Stage yang khusus untuk musik keras sarat tenaga, ada Heritage Stage yang menjadi panggung khusus untuk persembahan seni tradisi Sulsel. Alhasil, kebudayaan berdenyut sama kuatnya dengan dentuman panggung musik, senada dengan tajuk "The Culture" yang menjadi tema besar RIC 2026 sebagai respons atas penemuan lukisan gua tertua (rock art) tertua di seluruh dunia di Leang Metanduno, Desa Liangkobori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

    Seni pameran lukisan dan instalasi seni yang mengangkat badik sebagai simbol identitas kultural RIC. Seniman Iswan Bintang memamerkan 10 karya eksploratif yang bertujuan menyajikan perspektif lain dari senjata tradisional masyarakat Bugis-Makassar tersebut.

  4. 4. Di edisi ke-17, Rock In Celebes ingin meneguhkan diri sebagai tempat merayakan budaya dan seni

    Penampilan band black metal asal Bekasi, Pure Wrath, pada festival musik Rock In Celebes 2026.
    Penampilan band black metal asal Bekasi, Pure Wrath, pada hari kedua festival musik Rock In Celebes 2026 pada 1 November 2026. (IDN Times/Achmad Hidayat Alsair)

    "Badik selama ini selalu mengalami salah persepsi, benda ini kerap diidentikkan dengan tindakan kriminal padahal menjadi salah satu bagian dari budaya Sulsel. Ini membatasi orang-orang memahami makna badik," tegas Iswan saat berbicara tentang karya-karyanya dalam sesi talks di Heritage Stage pada Minggu (1/11/2026) malam.

    Melalui riset mendalam yang ia tekuni sejak 2018, Iswan berupaya mengajak generasi muda membaca ulang artefak kebudayaannya agar nilai historisnya tidak hilang ditelan zaman. Badik, lambang kebanggaan Rock In Celebes, pun disajikan sebagai sesuatu yang jauh dari kata menyeramkan, dan mengembalikan kodratnya sebagai budaya.

    Malam semakin larut di Benteng Fort Rotterdam, Rock In Celebes 2026 membuktikan bahwa sebuah festival musik mampu berkembang menjadi ekosistem yang hidup. Pengunjung dari berbagai latar belakang tak cuma headbang dan moshing, remaja seperti Rian menemukan kawan baru di tengah kerumunan asing, dan warisan leluhur Sulsel terus dirawat melalui kesenian yang juga disajikan kepada pengunjung festival.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More
Rock In Celebes 2026: Bukti Festival Musik Adalah Ruang untuk Semua