Statistik PSM di Parepare Musim Ini: Rumah yang Tidak Lagi Angker

- PSM Makassar akhirnya menang 3-1 atas Persik Kediri di Stadion B.J. Habibie, mengakhiri puasa kemenangan kandang sejak November 2025 dan menjauh dari zona degradasi.
- Dari 14 laga kandang musim ini, PSM hanya menang tiga kali dengan persentase kemenangan 21,4 persen, menunjukkan penurunan tajam dibanding musim-musim sebelumnya.
- Masih ada dua laga kandang tersisa melawan Bhayangkara Presisi FC dan Persib, yang jadi peluang penting bagi PSM untuk memastikan posisi aman di Super League musim depan.
Makassar, IDN Times - Kemenangan 3-1 PSM Makassar atas Persik Kediri pada Kamis (23/4/2026) malam di Stadion B.J. Habibie, Parepare, memiliki makna ganda. Tak cuma menjadi tambahan tiga poin penting untuk menjauh dari zona degradasi, tapi juga akhiri puasa kemenangan di kandang sendiri.
Terakhir kali PSM kantongi poin penuh di BJH yakni saat melibas PSBS Biak 5-0 pada 21 November 2025. Setelah itu, markas kebanggaan mereka seolah kehilangan tuahnya. Rentetan hasil buruk mereka dapatkan ketika justru bertindak sebagai tuan rumah.
1. Dari 14 laga kandang sejauh ini, PSM Makassar hanya bisa menang tiga kali

Hingga pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026, Yuran Fernandes tercatat telah jalani 14 pertandingan kandang di Stadion B.J. Habibie. Hasilnyanya yakni tiga kali menang, seri lima kali, kemudian kalah sebanyak enam kali.
Tiga kemenangan tersebut mereka dapatkan saat melawan Persija (21 September 2025), PSBS (21 November 2025) dan yang terbaru yakni Persik. Tapi, catatan yang mencolok tentu saja adalah takluknya PSM di rumah sendiri hingga enam kali. Rinciannya yakni saat melawan Arema, Malut United, Bali United, Dewa United, Persita dan Borneo FC.
2. Persentase kemenangan kandang Juku Eja hanya mencapai 21,4 persen

Jika dihitung, persentara kemenangan PSM di Parepare hanya mencapai 21,4 persen. Ini tergolong sangat rendah, terlebih jika mengingat fakta bahwa Stadion B.J. Habibie di musim 2022/2023 dikenal sebagai benteng angker yang sulit ditaklukkan oleh tim mana pun.
Sebelum menang atas Persik, Juku Eja bahkan melewati masa kelam di kandang. Selama periode Desember 2025 hingga pertengahan April 2026, PSM melakoni 8 laga kandang tanpa satu pun kemenangan (3 imbang, 5 kalah). Hasil tersebut juga jadi salah satu alasan mereka terus mendekati zona degradasi.
3. Masih ada dua laga kandang harus dijalani, salah satunya melawan Persib

Tak pelak, kemenangan atas Macan Putih di kandang sendiri diharap bisa mengawali kebangkitan PSM setelah didera serangkaian hasil minor. Kini, misi anak asuh caretaker Ahmad Amiruddin tersebut adalah memaksimalkan lima pertandingan tersisa. Ini demi amankan satu tempat di Super League musim depan.
Yuran Fernandes dan kawan-kawan sendiri masih memiliki dua laga kandang sebelum musim 2025/2026 berakhir, dan semuanya melawan tim papan atas. Mereka akan lebih dulu menjamu Bhayangkara Presisi FC pada 4 Mei 2026, lalu ditantang Persib di tanggal 17 Mei 2026.


















