Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Riwayat Nomor Punggung Pemain PSM di Timnas pada Ajang Piala Asia

Yakob Sayuri merayakan gol yang dicetaknya dalam laga uji coba Indonesia melawan Libya yang berlangsung di Titanic Mardan Stadium Antalya, Turki, Jumat 5 Januari 2024. (Dok. PSSI.org)
Yakob Sayuri merayakan gol yang dicetaknya dalam laga uji coba Indonesia melawan Libya yang berlangsung di Titanic Mardan Stadium Antalya, Turki, Jumat 5 Januari 2024. (Dok. PSSI.org)

Makasssar, IDN Times - Bagi seorang pemain sepak bola, nomor punggung adalah sesuatu yang berkesan. Tak cuma lantaran bisa menjadi ciri khas, tapi juga kisah jatuh bangun selama berkarier. Baik bersama klub atau saat berlaga di ajang internasional, seperti kejuaraan tingkat benua.

Seiring dengan euforia Piala Asia 2023, IDN Times menyajikan nomor punggung pemain PSM Makassar yang dipanggil ke Timnas dalam lima kali keikutsertaan. Ada sejumlah cerita unik lantaran terhubung dengan nama-nama yang kelak memperkuat Juku Eja.

1. Piala Asia 1996 Uni Emirat Arab

Skuat Timnas Indonesia berpose jelang salah satu pertandingan Piala Asia 1996 yang berlangsung di Uni Emirat Arab (Twitter.com/PSSI)
Skuat Timnas Indonesia berpose jelang salah satu pertandingan Piala Asia 1996 yang berlangsung di Uni Emirat Arab (Twitter.com/PSSI)

Yeyen Tumena (Nomor punggung 4) : Jebolan program Primavera ini menjadi andalan Juku Eja sepanjang ajang Ligina 1996-97. Bek kiri asal Padang tersebut tampil di seluruh pertandingan fase grup (270 menit). Sayangnya ia absen di Piala Asia 2000 hingga nomor punggung 4 diserahkan pada wonderkid Persija Jakarta yakni Ismed Sofyan.

Ansar Razak (14) : Selain Yeyen Tumena, PSM Makassar juga mengorbitkan gelandang muda yakni mendiang Ansar Razak. Ansar baru turun pada babak kedua laga terakhir Grup A melawan tuan rumah Uni Emirat Arab mengganti Marzuki Badriawan. Empat tahun berselang, nomor 14 diberikan kepada sesama pemain asal Sulawesi yakni Djet Donald La'ala.

2. Piala Asia 2000 Lebanon

Para pemain Timnas Indonesia berpose jelang salah satu pertandingan Piala Asia 2000 yang berlangsung di Lebanon. (Dok. Istimewa)
Para pemain Timnas Indonesia berpose jelang salah satu pertandingan Piala Asia 2000 yang berlangsung di Lebanon. (Dok. Istimewa)

Hendro Kartiko (1) : Sang penjaga gawang utama yang turut andil membawa PSM Makassar menjadi kampiun Ligina 1999-2000. Nomor punggung 1 sebelumnya jadi milik Kurnia Sandy, jebolan program Primavera. Tampil di tiga pertandingan Grup B (270 menit), Hendro kebobolan 7 gol.

Aji Santoso (3) : Bek kanan yang saat itu berusia 30 tahun tersebut hanya diturunkan pada dua pertandingan yakni melawan Kuwait dan babak pertama versus China (135 menit). Saat itu, Aji diwarisi nomor punggung 3 milik Suwandi Siswoyo yang kelak memperkuat PSM Makassar pada musim 2001.

Kurniawan Dwi Yulianto (10) : Mesin gol andalan PSM di Ligina 1999-2000 ini juga tampil penuh di seluruh pertandingan fase grup (270 menit). Pada Piala Asia 1996, nomor punggung 10 jadi milik sesama jebolan Primavera yakni Indriyanto Nugroho.

Bima Sakti (11) : Pemain Terbaik Ligina 1999-2000 tersebut hanya tampil dua kali. Masing-masing melawan China dan Korea Selatan (180 menit). Uniknya, Bima Sakti sudah tampil di Piala Asia 1996 dan juga mengenakan nomor punggung yang sama yakni 11.

3. Piala Asia 2004 China

Beberapa momen saat Indonesia berhadapan dengan Qatar di ajang Piala Asia 2004 yang berlangsung di China. (Twitter.com/afcasiancup)
Beberapa momen saat Indonesia berhadapan dengan Qatar di ajang Piala Asia 2004 yang berlangsung di China. (Twitter.com/afcasiancup)

Ponaryo Astaman (11) : Tampil moncer di putaran pertama Liga Indonesia 2004 membuat Ivan Kolev tak berpikir dua kali memanggilnya ke Timnas Indonesia untuk Piala Asia. Ponaryo, yang saat itu masih berusia 24 tahun, mendapat kehormatan mengenakan nomor punggung 11 yang sebelumnya milik seniornya yakni Bima Sakti.

Syamsul Chaeruddin (14) : Selanjutnya ada gelandang bertahan asli Makassar yang baru mencuat di musim 2003. Masih berusia 21 tahun saat itu, Ivan Kolev kepincut dengan permainannya yang tak kenal kompromi. Nomor punggung 14 dikenakan oleh Djet Donald La'ala pada Piala Asia 2000. Yang unik, Djet Donald dan Syamsul sama-sama memperkuat Juku Eja pada tahun 2003.

4. Piala Asia 2007 Malaysia - Indonesia - Thailand - Vietnam

Dua mantan pemain PSM Makassar yang kini menjadi pelatih, Syamsul Chaeruddin (kiri) dan Ahmad Amiruddin (kanan). (Kolase Berbagai Sumber)
Dua mantan pemain PSM Makassar yang kini menjadi pelatih, Syamsul Chaeruddin (kiri) dan Ahmad Amiruddin (kanan). (Kolase Berbagai Sumber)

Syamsul Chaeruddin (16) : Syamsul kembali dipanggil untuk Piala Asia 2007, di mana Indonesia menjadi tuan rumah bersama tiga negara Asia Tenggara lainnya. Ivan Kolev rupanya masih mengandalkannya di lini tengah Timnas. Pada edisi sebelumnya, nomor punggung 16 jadi milik kiper I Komang Putra Adnyana.

Ahmad Amiruddin (27) : Tak cuma Daeng Sila, Ivan Kolev juga memanggil penyerang PSM yang saat itu naik daun yakni Ahmad Amiruddin. Masih berusia 24 tahun, Amir (sapaan akrabnya) kerap dipasang dalam pertandingan Ligina 2007. Belum ada pemain Timnas yang mendapat nomor punggung 27 sebab ia disiapkan sebagai cadangan. Ia mengganti Rachmat "Poci" Rivai yang cedera sehari sebelum kick-off laga pertama Grup D.

5. Piala Asia 2023 Qatar

Yakob Sayuri merayakan gol yang dicetaknya dalam laga uji coba Indonesia melawan Libya yang berlangsung di Titanic Mardan Stadium Antalya, Turki, Jumat 5 Januari 2024. (Dok. PSSI.org)
Yakob Sayuri merayakan gol yang dicetaknya dalam laga uji coba Indonesia melawan Libya yang berlangsung di Titanic Mardan Stadium Antalya, Turki, Jumat 5 Januari 2024. (Dok. PSSI.org)

Yakob Sayuri (2) : Di turnamen tingkat benua pertamanya, Shin Tae-yong memberi nomor punggung 2 kepada Yakob Sayuri. Selama beberapa uji coba di tahun 2023, winger 24 tahun tersebut justru lebih sering mengenakan 22. Sebelumnya, 2 juga sudah dipakai oleh saudara kembar Yance Sayuri tersebut pada ajang AFF Cup 2022.

Nomor punggung 2 di Timnas sendiri identik dengan beberapa pemain. Sebut saja Agung Setyabudi saat Piala Asia 2004, Muhammad Ridwan pada Piala Asia 2007, Mohammad Nasuha, Beny Wahyudi serta I Putu Gede Juni Antara.

Menjadi si nomor punggung 2 permanen di Timnas, seperti apa penampilan Yakob di Piala Asia 2023?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Ach. Hidayat Alsair
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest Sport Sulawesi Selatan

See More

PSM Raja Denda di Putaran Pertama, Bayar Setengah Miliar ke PSSI

21 Jan 2026, 18:04 WIBSport