Pasang Surut Performa PSM di Klasemen Tengah Musim Sejak 2021/2022

- PSM Makassar menjadi juara paruh musim pada edisi 2022/2023 setelah berada di papan bawah
- Juku Eja kembali berkubang di papan tengah pada musim 2023/2024 setelah merosot ke posisi 12 klasemen tengah musim
- Performa Pasukan Ramang mulai membaik saat masuk musim 2024/2025 dengan menutup putaran pertama di posisi 8
Makassar, IDN Times - Performa PSM Makassar di kasta tertinggi sepak bola Indonesia dalam empat musim terakhir menunjukkan tren yang fluktuatif. Dan ini terlihat dalam pencapaian mereka di klasemen tengah musim, saat kompetisi sudah menyelesaikan putaran pertama.
Titik terendah dalam empat tahun terakhir terjadi pada musim 2021/2022. Saat itu PSM harus puas berada di peringkat 12 klasemen tengah musim. Saat itu, mereka hanya mampu mengemas 20 poin hasil dari 4 kemenangan, 8 seri, dan 5 kekalahan. Di putaran kedua, mereka sempat dibayangi potensi degradasi sebelum akhirnya berhasil lolos di pekan-pekan terakhir.
1. PSM Makassar sukses menjadi juara paruh musim pada edisi 2022/2023

Setahun setelah berkubang di papan bawah, musim 2022/2023 menjadi periode menakjubkan bagi PSM. Di bawah asuhan Bernardo Tavares, mereka berhasil menyabet status juara paruh musim dengan duduk di peringkat 1. Yang lebih istimewa, materi pemain saat itu bisa dibilang pas-pasan (kecuali para legiun asing termasuk Wiljan Pluim).
Dominasi mereka terlihat jelas dari perolehan 34 poin, hasil dari 9 kemenangan dan hanya menderita satu kali kekalahan sepanjang putaran pertama. Momentum ini berhasil dipertahankan pada putaran kedua, dan akhirnya mengantar Juku Eja merengkuh gelar juara kasta tertinggi setelah menanti selama 23 tahun.
2. Juku Eja kembali berkubang di papan tengah pada musim 2023/2024

Sayangnya, status juara bertahan tidak mampu dipertahankan anak asuh Bernardo Tavares konsisten pada musim 2023/2024. PSM mengalami penurunan performa yang cukup drastis dengan merosot ke posisi 12 klasemen tengah musim.
Saat itu mereka baru memperoleh 22 poin yang didapat dari 6 kemenangan, 4 seri, dan 7 kekalahan. Sulitnya menjaga konsistensi tak lepas dari hantaman krisis finansial kendati bisa mempertahankan sejumlah pemain kunci. Di akhir musim 2023/2024, mereka finis menempati peringkat ke-11, hanya naik satu anak tangga dibanding hasil tengah musim, dan sempat was-was dengan potensi degradasi.
3. Performa Pasukan Ramang mulai membaik saat masuk musim 2024/2025

Masuk musim 2024/2025, grafik performa PSM kembali menunjukkan tanda-tanda perbaikan menuju papan atas. Hasil tersebut diraih kendati sejumlah pilar kunci memilih hengkang dan terjadi bongkar pasang susunan pemain di tim inti. Pasukan Ramang berhasil menutup putaran pertama di posisi 8 dengan raihan 27 poin.
Meskipun jumlah kemenangannya sama dengan musim sebelumnya (6 kali), tapi PSM menjadi tim yang sangat sulit dikalahkan. Mereka mencatatkan 9 kali hasil imbang dan hanya menderita 2 kekalahan. Di akhir musim, Yuran Fernandes dan kawan-kawan berhasil naik ke posisi 6.
PSM menempati peringkat 12 klasemen putaran pertama BRI Super Leagie 2025/2026, serupa dengan situasi dua musim lalu. Apakah mereka mampu bangkit di paruh musim kedua?

















