[KLASIK] Throwback 2016: 4 Hal Ini Terjadi di PSM Satu Dekade Lalu

- Masuknya Robert Rene Alberts yang mengubah situasi tim dalam sekejap
- Awal dari kisah Wiljan Pluim dalam balutan seragam merah
- Beberapa pemain menjadi pilar penting selama dua-tiga musim berikutnya
Makassar, IDN Times - Tren throwback tahun 2016 di Instagram tidak hanya berlaku untuk akun pribadi, tapi juga di dunia olahraga. Dalam konteks sepak bola nasional, 2016 jelas menjadi tahun kelabu sebab Indonesia masih dalam masa sanksi oleh FIFA.
Namun, beda ceritanya jika berbicara tentang PSM Makassar. Satu dekade lalu menjadi awal dari kebangkitan klub berjuluk Pasukan Ramang tersebut di kasta tertinggi sepak bola. Capaian tahun 2016 menjadi penting, sebab menjadi pondasi dari sukses meraih sepasang trofi. Berikut ini 4 momen penting untuk PSM di tahun 2016.
1. Masuknya Robert Rene Alberts yang mengubah situasi tim dalam sekejap
Setelah awal musim yang berat di ISC A 2016, manajemen PSM Makassat mengambil keputusan krusial dengan memecat juru taktik Luciano Leandro pada 19 Mei 2016. Sebagai gantinya, pelatih berpaspor Belanda yakni Robert Rene Alberts diresmikan sebagai pelatih pada 1 Juni 2016.
Masuknya Robert menjadi titik balik kebangkitan Pasukan Ramang. Mereka kembali menyusun kekuatan dengan perekrutan pemain yang sesuai kebutuhan. Sempat terseok-seok di papan tengah, PSM akhirnya finis di peringkat 6 klasemen ISC A 2016.
2. Awal dari kisah Wiljan Pluim dalam balutan seragam merah

Siapa yang bisa lupa momen pertama kali Wiljan Pluim menginjakkan kaki di Makassar pada Agustus 2016? Datang sebagai pemain yang belum dikenal di Indonesia setelah luntang-lantung di Vietnam, Pluim langsung menyihir seisi Mattoanging dengan kontrol bola yang elegan dan visi bermain kelas dunia.
Sang gelandang jebolan Vitesse Arnhem tersebut membuka kisahnya sebagai motor serangan milik tim di tahun 2016. Pluim kemudian memperkuat PSM hingga Agustus 2023, atau selama 7 tahun. Ia memiliki andil penting dalam sukses meraih juara Piala Indonesia 2018/2019 dan Liga 1 2022/2023.
3. Beberapa pemain menjadi pilar penting selama dua-tiga musim berikutnya

Sejumlah pemain PSM di musim 2016 ternyata tetap menjadi pilihan Robert Rene Alberts pada era Liga 1 edisi 2017 hingga 2018. Sebut saja Wasyiat Hasbullah, M Rahmat, Ferdinand Sinaga, Titus Bonai, Rasyid Bakri serta Reva Adi Utama.
Dengan permainan yang lebih ofensif di bawah arahan The Dutchman, mereka semua turut membantu PSM kembali bertaji. Mereka semua turut mengantar Juku Eja finis di peringkat 3 pada Liga 1 2017, lalu menjadi runner-up di musim 2018.
4. Suasana Mattoanging yang selalu ramai oleh suporter
Bagi mereka yang saat itu sudah aktif menggunakan Instagram pada 2016, pemandangan tribun tertutup maupun terbuka di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging jadi sesuatu yang selalu diunggah. Terlebih saat itu PSM bermain dengan permainan ofensif nan atraktif.
Pemandangan penuhnya Mattoanging jelas menjadi hal yang paling dirindukan oleh suporter. Ini lantaran stadion berkapasitas 15 ribu orang tersebut sudah rata dengan tanah sejak tahun 2020, dan belum ada tanda-tanda akan kembali dibangun.
Itu tadi 4 momen penting PSM Makassar di tahun 2016. Kira-kira mana yang paling membekas di benak suporter?

















