Direkrut Bajol Ijo, Tavares Lanjutkan Histori PSM dan Persebaya

Makassar, IDN Times - Dua bulan mengganggur setelah meletakkan jabatan pelatih dari PSM Makassar, Bernardo Tavares akhirnya memilih klub selanjutnya yang ia latih. Tim tersebut adalah rival PSM di era Ligina, Persebaya Surabaya, sekaligus mengakhiri gosip tentang suksesnya Bajol Ijo mencapai kesepakatan sang juru taktik sejak awal Desember. Tavares sendiri sudah diumumkan Persebaya melalui seluruh akun media sosial resmi pada Selasa (23/12/2025).
"Terima kasih atas profesionalisme manajemen Persebaya. Terima kasih atas kesabaran dan respek terhadap kondisi dan situasi saya. Tapi sekarang saya bisa pastikan bahwa saya akan segera tiba di Surabaya," ujar Tavares dalam video perkenalannya, sekaligus menjadi pernyataan pertamanya sebagai juru taktik Persebaya. Kepindahannya tersebut seolah melanjutkan histori panjang Bajol Ijo dengan Juku Eja.
1. Dua mantan pelatih Persebaya, Jacksen F. Tiago (kiri) dan Aji Santoso (kanan), pernah bermain untuk PSM

Penunjukan Tavares memperpanjang daftar panjang pelatih yang pernah menjadi bagian penting dari sejarah PSM dan kemudian hijrah ke Persebaya. Salah satu nama yang paling ikonik adalah Jacksen F. Tiago, striker asal Brasil yang sempat merumput bersama PSM pada musim 1994/1995. Sempat memperkuat Persebaya di musim dari 1996 hingga 1998, ia menjadi pemain-pelatih pada medio 1999-2000, sebelum akhirnya mengukir tinta emas bersama Persebaya pada periode 2003-2005 dengan menjuarai Divisi Utama Ligina 2004.
Selain Jacksen, ada pula sosok Aji Santoso yang dikenal sebagai sosok bek modern ketika masih bermain. Turut andil dalam sukses PSM menjuarai Divisi Utama Ligina 1999/2000, Aji pernah menukangi Persebaya pada musim 2008 dan 2010-2011. Sempat beredar di tim-tim Jawa Timur, salah satu milestone kariernya terjadi di periode kepelatihan 2019-2023. Aji berhasil mengantar Persebaya finis di posisi 2 klasemen Liga 1 2019, prestasi terbaik mereka sejak menjadi juara di musim 2004.
2. Mantan penggawa Juku Eja, Robertino Pugliara, kini menjadi Direktur Akademi Persebaya

Hubungan antara kedua klub ini ternyata tidak hanya terbatas pada jajaran pelatih kepala tim senior saja. Di balik layar, sosok Robertino Pugliara sedang memegang jabatan sebagai Direktur Akademi Persebaya Surabaya. Mantan gelandang kreatif asal Argentina ini memiliki memori tersendiri dalam benak publik Makassar ketika memperkuat PSM pada musim kompetisi 2014 silam. Kendati PSM finis di papan tengah musim itu, Robertino catatkan 25 penampilan dan mencetak 2 gol.
Di sisi lain, filosofi bermain PSM dan Persebaya memang tak jauh berbeda : mengandalkan ketahanan fisik dan serangan cepat. Selama menangani Pasukan Ramang, Tavares dikenal sebagai pelatih yang mampu membangkitkan daya juang pemain kendati pilihan skuat terbatas. Karakteristik agaknya sangat dibutuhkan oleh Persebaya yang selalu mengedepankan determinasi tinggi dalam setiap pertandingan. Etos kerja tersebut jelas menjadi bekal berharga Tavares di Kota Pahlawan.
3. Bernardo Tavares kini harus mendongkrak performa Bajol Ijo di putaran kedua musim ini

Dengan resminya Tavares melatih Persebaya, peta persaingan di BRI Super League musim ini dipastikan semakin menarik dan sulit diprediksi. Pertemuan dengan PSM Makassar pada putaran kedua nanti dipastikan menjadi laga emosional bagi sang pelatih lantaran pernah membawa klub tersebut juara pada musim 2022/2023. Pihak manajemen Persebaya sendiri juga diperkirakan akan merekrut beberapa pemain baru begitu bursa transfer tengah musim dibuka demi mendongkrak penampilan tim setelah sempat terseok-seok.
Kini, seluruh mata tertuju pada Persebaya yang ingin mengaksikan bagaimana tangan dingin Bernardo Tavares meracik kejayaan pemilik total 6 gelar kompetisi nasional Indonesia tersebut. Saat ini, Bruno Moreira dan kawan-kawan berada di peringkat 9 klasemen sementara dengan nilai 19. Mereka duduk tepat di bawah PSM Makassar yang mengoleksi jumlah poin yang sama tapi unggul agresivitas gol.



















