CEO PSM Sadikin Aksa Jadi Direktur Keuangan PT LIB

Makassar, IDN Times - CEO PSM Makassar, Sadikin Aksa, menempati posisi baru dalam jajaran kepengurusan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2024 yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (26/6) kemarin, ia ditunjuk sebagai Direktur Keuangan.
Dalam keterangan tertulis di situs resmi PT LIB, disebutkan bahwa Sadikin Aksa mengisi pos tersebut untuk menggantikan Munafri Arifuddin. Appi', sapaan akrab Munafri, ternyata mengundurkan diri jabatan yang ia emban sejak November 2022.
1. Sadikin Aksa menjadi Direktur Keuangan baru PT LIB lewat RUPS pada Rabu (26/6/2024)

Sadikin Aksa sendiri bukanlah orang baru dalam jajaran direksi PT LIB. Sebelumnya, Ketua IMI periode 2015-2019 itu sudah duduk sebagai komisaris operator kompetisi juga sejak November 2022. Selain itu, rencana tersebut rupanya sudah dibahas oleh internal tim Juku Eja.
"Wacana penunjukan Sadikin Aksa sebagai direktur telah mengemuka sebelum dilaksanakannya RUPS PT LIB. Sehingga rapat internal manajemen PSM Makassar telah membahas kemungkinan tersebut secara mendalam," demikian keterangan tertulis dari manajemen PSM yang diterima IDN Times pada Rabu malam (26/6/2024).
2. Dijamin tidak akan mengganggu kegiatan operasional PSM Makassar

Pihak Pasukan Ramang turut memastikan bahwa penunjukan Sadikin Aksa sebagai Direktur Keuangan PT Liga Indonesia Baru tidak akan mengganggu kerja manajemen. Hal serupa juga terjadi saat Appi' menduduki kursi tersebut.
"PSM Makassar juga memastikan bahwa kegiatan operasional tim tetap berjalan normal dan tidak akan terganggu dengan jabatan baru yang diemban Sadikin Aksa di PT LIB," tukas pihak manajemen tim jawara Liga 1 2022/23 tersebut dalam keterangan tertulisnya.
3. Beberapa kesepakatan juga muncul dalam RUPS, salah satunya pembatasan anggaran belanja tim

Di sisi lain, RUPS PT LIB 2024 itu juga menghasilkan beberapa kesepakatan. Antara lain kegiatan korporasi, business development, laporan keuangan perseroan, penambahan kuota pemain asing menjadi delapan, hingga kewajiban financial control di mana klub hanya boleh memiliki anggaran belanja pemain maksimal Rp50 miliar rupiah per musim.
"Ini bukan salary cap, melainkan batasan untuk belanja pemain. Dalam regulasi yang sudah ditetapkan, Liga Indonesia memodifikasi salary cap menjadi financial control. Liga juga membentuk financial control body untuk memastikan bahwa aspek finansial betul-betul bisa diawasi," ungkap Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus.
















