Bola Mati Jadi Senjata PSM di Putaran Pertama Liga 1 2024/25

- PSM Makassar mencetak 12 gol dari skema set piece
- Pemanfaatan postur tinggi pemain untuk gol bola mati
- Pelatih Bernardo Tavares tekankan latihan intensif untuk skema bola mati
Makassar, IDN Times - PSM Makassar punya senjata andalan sepanjang putaran pertama BRI Liga 1 2024/25. Skema bola mati menjadi cara anak asuh Bernardo Tavares untuk berburu gol.
Dari total 22 gol yang diciptakan hingga laga pekan ke-16, Juku Eja telah mencetak 12 gol melalui berbagai variasi set piece. Sebut saja dari tendangan bebas dan sepak pojok yang kerap dieksekusi oleh Victor Luiz atau Daisuke Sakai, hingga lemparan ke dalam jarak jauh dari Dzaky Asraf.
1. Yuran Fernandes dan Aloisio Soares jadi andalan dalam situasi set piece

PSM Makassar memanfaatkan keunggulan postur tinggi sejumlah pemainnya untuk mencetak gol di situasi bola mati. Dua menara lini belakang mereka kerap maju jauh ke depan untuk menambah tekanan saat terjadi sepak pojok atau tendangan bebas.
Yuran Fernandes, dengan tinggi 1,98 meter, sudah menyumbang dua gol dan empat asis. Sedangkan tandemnya yakni Aloisio Soares (1,88 meter) sejauh ini mencatatkan empat gol ditambah sebiji asis. Kombinasi keduanya menyumbang 27 persen dari total 22 gol PSM sejauh ini.
2. Nermin Haljeta siap menyambar bola muntah berkat positioning bagus

Jika sepak pojok atau tendangan bebas tak berhasil langsung menjadi gol, PSM masih memiliki beberapa pemain yang siap menyambar bola muntah. Mereka yang membobol gawang lawan via rebound adalah Nermin Haljeta, Tito Okello serta Latyr Fall.
Yang unik, lemparan dalam pun bisa menjadi opsi Pasukan Ramang untuk memecah kebuntuan. Ini terjadi dalam laga pekan ke-2 melawan PSBS Biak. Throw in jarak jauh kiriman Dzaky Asraf menciptakan kemelut, sebelum bola disundul secara akurat oleh Abdul Rahman.
3. Skema set piece memang menjadi salah satu materi latihan intensif Pasukan Ramang

Berbahayanya PSM dalam situasi bola mati tidak lepas dari peran pelatih Bernardo Tavares. Dalam beberapa konferensi pers, ia menekankan pentingnya latihan intensif untuk skema bola mati.
Berkat Victor Luiz dan Daisuke Sakai yang memiliki kemampuan eksekusi bola mati mumpuni, taktik Tavares mengincar gol dari set piece bisa diterjemahkan dengan baik. Hasilnya, mereka tidak hanya kuat dalam permainan terbuka, tetapi juga mematikan dalam situasi bola mati.



















