Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pimpin PSSI, Appi Ingin Sepak Bola Sulsel Kembali Berjaya di Level Nasional

Kota Makassar
3 min read
Pimpin PSSI, Appi Ingin Sepak Bola Sulsel Kembali Berjaya di Level Nasional
Munafri Arifuddin terpilih sebagai Ketua PSSI Sulawesi Selatan periode 2026-2030. (Dok. Istimewa)
  • Munafri Arifuddin ditetapkan sebagai Ketua Asprov PSSI Sulsel periode 2026–2030, dengan agenda membangkitkan prestasi sepak bola daerah di level nasional, termasuk PON.

  • Ia memprioritaskan pembangunan dua stadion baru serta fasilitas latihan yang terintegrasi dengan pembinaan pemain usia dini dan pengembangan komunitas sepak bola.

  • Kepengurusan baru akan memperluas sertifikasi pelatih dan wasit, memperkuat tata kelola serta koordinasi dengan Askab, Askot, klub, pemerintah, dan PSSI pusat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Munafri Arifuddin menargetkan kebangkitan sepak bola Sulawesi Selatan melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pembinaan pemain secara berjenjang. Ia juga ingin membawa prestasi sepak bola Sulsel kembali bersaing di tingkat nasional, termasuk pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi itu menilai kemajuan sepak bola tidak cukup hanya mengandalkan kualitas pemain. Ketersediaan fasilitas latihan, kompetensi pelatih dan wasit, serta tata kelola organisasi yang baik juga menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan.

Munafri menyampaikan agenda tersebut setelah ditetapkan sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulsel periode 2026–2030 dalam Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan ketua umum di Hotel Aryaduta Makassar, Selasa (27/10/2026).

  1. 1. Appi soroti kebutuhan stadion dan fasilitas latihan

    IMG-20250908-WA0260.jpg
    Rancangan site plan Stadion Untia yang disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam Placemaking Summit MAPAN di Kampus Unhas Gowa, Senin (8/9/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

    Appi menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas untuk mendukung perkembangan sepak bola di Sulsel. Ia mengungkapkan, ada rencana pembangunan dua stadion baru yang masing-masing digarap oleh Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Kota Makassar.

    Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga perlu diiringi dengan program pembinaan yang terarah. Dengan begitu, keberadaan stadion dan lapangan latihan tidak hanya menjadi sarana pertandingan, tetapi juga mendukung pengembangan pemain sejak usia dini.

    “Pembangunan fasilitas dan pembenahan olahraga, kita harapkan menjadi tambahan ruang bagi aktivitas latihan, pembinaan atlet, serta pengembangan komunitas sepak bola di Sulawesi Selatan,” tutur Munafri.

  2. 2. Perbanyak pelatih dan wasit berlisensi internasional

    Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, saat memimpin latihan tim pada 25 Oktober 2026.
    Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, saat memimpin sesi latihan tim di Bandar Lampung pada 25 Oktober 2026. (instagram.com/psm_makassar)

    Selain infrastruktur, Appi menyoroti keterbatasan jumlah wasit dan pelatih asal Sulsel yang memiliki lisensi internasional. Padahal, tenaga teknis dengan kompetensi tinggi dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pertandingan dan pembinaan pemain.

    Ia menilai pengembangan sepak bola harus mencakup seluruh aspek, bukan hanya peningkatan kemampuan atlet. Kompetensi pelatih, profesionalisme wasit, serta sistem pembinaan yang terstruktur perlu diperkuat secara bersamaan.

    Karena itu, peningkatan kompetensi dan perluasan akses sertifikasi menjadi bagian dari agenda kepengurusannya. Upaya tersebut diharapkan dapat membangun jalur pembinaan yang berkesinambungan, mulai dari kelompok usia dini hingga kompetisi senior.

    “Dengan pembinaan SDM yang lebih kuat, kita mampu membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan, mulai dari pembinaan usia dini hingga kompetisi tingkat senior,” katanya.

  3. 3. Targetkan sepak bola Sulsel kembali berprestasi di tingkat nasional

    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menghadiri PSM Fest 2026, dirangkaikan dengan launching skuad dan jersey resmi PSM Makassar untuk
    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menghadiri PSM Fest 2026, dirangkaikan dengan launching skuad dan jersey resmi PSM Makassar untuk musim kompetisi 2026/2027 di Pantai Indah Bosowa, Minggu (30/8/2026) malam. (Dok. YouTube/PSM Makassar)

    Appi juga menargetkan sepak bola Sulsel kembali menunjukkan prestasi di tingkat nasional, termasuk pada ajang PON. Ia optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kerja sama organisasi, klub, pelatih, pemain, pemerintah, dan masyarakat.

    Menurutnya, kemajuan sepak bola daerah membutuhkan dukungan kolektif. Asprov PSSI Sulsel juga perlu memperkuat koordinasi dengan Asosiasi Kabupaten (Askab), Asosiasi Kota (Askot), serta pengurus pusat PSSI untuk memastikan program pembinaan berjalan efektif.

    “PSSI Provinsi Sulawesi Selatan ini akan lebih besar kalau kita semua bersatu, mencurahkan segala sumber daya yang kita miliki untuk membangun sepak bola Sulawesi Selatan,” ujar Appi.

    Ia turut menyinggung PSM Makassar sebagai salah satu kekuatan sepak bola daerah yang dapat menjadi inspirasi. Namun, prestasi klub tersebut, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan pembenahan organisasi dan pembinaan sepak bola secara menyeluruh di tingkat provinsi.

    Penetapan Munafri sebagai Ketua Asprov PSSI Sulsel periode 2026–2030 dilakukan dalam KLB yang turut dihadiri Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi dan Wakil Ketua Umum PSSI Zainuddin Amali. Kongres tersebut juga menetapkan Mulia Prianto sebagai anggota formatur pendamping untuk membantu penyusunan kepengurusan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More