Menang 2-1 di Markas PSIM, PSM Akhiri Puasa Kemenangan

IDN Times, Makassar - PSM Makassar akhirnya mampu memutus tren negatif. Hadapi PSIM Yogyakarta pada lanjutan pekan kelima BRI Super League 2026/2027 pada Jumat (16/10/2026) sore, mereka berhasil membawa pulang poin penuh. Laga yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Kab. Bantul, tersebut berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tim tamu.
Sejak peluit babak pertama ditiup, pertandingan langsung berjalan sengit. Tuan rumah PSIM mengambil inisiatif serangan lebih dulu pada menit ke-4 melalui tembakan Savio Sheva, tetapi barisan pertahanan PSM Makassar masih cukup tangguh untuk memblok bola.
Tiga menit berselang, giliran penyerang PSIM, Mauro Caballero, yang menguji ketangguhan lini belakang Juku Eja lewat sepakan mengarah ke gawang usai memanfaatkan umpan Sheva. PSM tak tinggal diam, Luka Bulatovic langsung merespons dengan melepaskan tembakan yang masih membentur barisan bek Laskar Mataram.
Memasuki pertengahan babak pertama, intensitas serangan Pasukan Ramang mulai meningkat. Pada menit ke-14, Stefan Jevtoski merancang peluang emas bagi Luka Bulatovic dan Lars Veldwijk, meski dua tembakan beruntun tersebut kembali mampu diblok oleh tembok kokoh PSIM.
Gelombang tekanan anak asuh Darije Kalezic berlanjut di menit ke-17 dan ke-20 melalui kombinasi Achmat Fahrul Aditia dan Lars Veldwijk. Namun, eksekusi Veldwijk masih belum menemui saran.
Gempuran PSM terus dilancarkan ke pertahanan tuan rumah. Menit ke-29, umpan terukur Rizky Eka kembali disambut sepakan Veldwijk yang lagi-lagi tertahan bek PSIM. Kerasnya pertarungan di lini tengah membuat gelandang PSIM, Alwi Fadilah, diganjar kartu kuning pada menit ke-34.
Menjelang akhir babak pertama, kedua tim saling bergantian menciptakan peluang krusial. Pada menit ke-38, PSIM mendapat eksekusi tendangan bebas terukur dari Ezequiel Vidal yang mengarah langsung ke gawang, tetapi kiper PSM, Muhammad Ardiansyah, sigap menghalau bola.
PSM membalas lewat skema serangan balik cepat pada menit ke-41 melalui kerja sama ciamik Veldwijk dan Rizky Eka di Sektor sayap. Umpan silang terarah berhasil disundul oleh Fahrul Aditia, tetapi sayang arah bola masih melebar dari sasaran. Kedudukan imbang 0-0 pun bertahan hingga turun minum.
Juku Eja justru membuat tuan rumah terkejut hanya empat menit setelah babak kedua dimulai. Diawali serangan balik hasil umpan akurat Lars Veldwijk, bola kemudian dibawa oleh Luka Bulatovic hingga ke tepi kotak penalti. Fokus para bek PSIM hanya tertuju pada Bulatovic, meninggalkan Fahrul Aditia tanpa pengawalan. Alhasil, bola kemudian dioper kepada gelandang serang jebolan PSM U-21 tersebut. Aditia tanpa kesulitan menjebol gawang Caya Supriadi. PSM pun unggul 1-0.
Teetinggal satu gol, anak asuh Jean-Paul van Gast langsung gencarkan serangan lewat sepakan Ze Valente di menit ke-53 yang masih melenceng. Guna menyegarkan sektor sayap, pelatih PSM, Darije Kalezic, memasukkan Henhen Herdiana menggantikan Mufli Hidayat pada menit ke-57. Tuan rumah kembali mengancam semenit berselang lewat tembakan Mauro Caballero serta sepakan mengarah ke gawang dari Ezequiel Vidal pada menit ke-60, tetapi lini pertahanan Juku Eja masih mampu menjaga fokus.
Kerasnya tensi pertandingan memicu kartu kuning bagi Stefan Jevtoski di menit ke-63. Namun, sang gelandang asal Makedonia Utara tersebut langsung menebus kartu kuning tersebut dengan gol hanya dua menit berselang. Memanfaatkan asis kiriman Rizky Eka pada menit ke-66, Stefan Jevtoski melepaskan tembakan mematikan yang membobol gawang PSIM sekaligus menggandakan keunggulan PSM menjadi 2-0.
Tiga menit setelah gol tersebut, Lars Veldwijk nyaris memperlebar keunggulan memanfaatkan umpan Henhen Herdiana, tetapi bola masih melebar. Malapetaka bagi PSM terjadi pada menit ke-78 saat bek tangguh Dusan Lagator diganjar kartu merah langsung oleh wasit lantaran dianggap melakukan pelanggaran berat di dalam kotak penalti.
Unggul jumlah pemain dimanfaatkan secara maksimal oleh Laskar Mataram. Pada menit ke-81, Ze Valente sukses mengeksekusi hadiah penalti untuk memperkecil kedudukan menjadi 1-2.
Merespons situasi kritis bermain dengan 10 orang, Darije Kalezic melakukan pergantian masif di sepuluh menit terakhir. Ia memasukkan Navarone Foor, Akbar Tanjung, Rasyid Bakri, dan Kodai Tanaka untuk memperkuat barisan pertahanan.
Drama terjadi di masa injury time. PSIM menggempur habis-habisan pertahanan PSM lewat peluang beruntun dari Adrian Dalmau, Adrian Purzycki, hingga tembakan spekulasi Ze Valente dan Ezequiel Vidal. Namun, kedisiplinan serta ketangguhan tembok lini belakang Pasukan Ramang berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 hingga peluit panjang ditiup. PSM pun sukses mengamankan tiga poin krusial di markas PSIM.
Berikut ini susunan pemain kedua tim:
PSIM Yogyakarta (4-3-3)
Cahya Supriadi (GK); Raka Cahyana (Rio Hardiawan, 64'), Franco Ramos Mingo (Yusaku Yamadera, 68'), Joop van der Avert, Alwi Fadilah (Riyatno Abiyoso, 64'); Adrian Purzycki, Ze Valente, Savio Sheva (Muhammad Iqbal, 83'); Nermin Haljeta, Ezequiel Vidal, Mauro Caballero (Adrian Dalmau, 83')
PSM Makassar (4-3-3)
Muhammad Ardiansyah (GK); Mufli Hidayat (Henhen Herdiana, 57'), Dusan Lagator, Aloisio Soares, Victor Luiz; Sergio Aguero (Navarone Foor, 83'), Stefan Jevtoski, Fahrul Aditia (Akbar Tanjung, 85'); Luka Bulatovic, Lars Veldwijk (Kodai Tanaka, 85'), Rizky Eka Pratama (Rasyid Bakri, 85')
















