PSM Tak Bisa Didukung Suporter Saat Tantang PSIM, Ini Alasannya

Laga PSIM Yogyakarta melawan PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat 16 Oktober 2026, dipastikan berlangsung tanpa penonton.
Pemkab Bantul dan kepolisian mengizinkan pertandingan dengan syarat stadion steril demi persiapan serta pemeliharaan fasilitas SILANAS III yang digelar dua hari kemudian.
Panpel menerapkan pengamanan hingga Ring 1 stadion dan mengimbau suporter tidak datang atau konvoi; PSM memburu kemenangan pertama setelah mengoleksi dua poin dari empat laga.
Makassar, IDN Times - PSM Makassar tidak mendapat dukungan dari suporter tandang saat melawan PSIM Yogyakarta dalam lanjutan pekan kelima BRI Super League 2026/2027. Ini lantaran laga yang berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Kab. Bantul, pada Jumat (16/10/2026) sore besok dipastikan berlangsung tanpa penonton.
Penyesuaian pertandingan terpaksa dilakukan lantaran jadwal kick-off laga hanya berselang dua hari dari pembukaan acara Silaturahim Nasional (SILANAS) III Jam'iyyatul Qurra'wal Huffazh 2026. Acara keagamaan yang diselenggarakan Nahdlatul Ulama tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (18/10/2026) mendatang juga di SSA.
1. Penyesuaian harus dilakukan sebab berdekatan dengan jadwal acara keagamaan

Para suporter PSM Makassar dalam pertandingan pekan keempat BRI Super League 2026/2027 melawan PSS Sleman yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Kab. Sleman, 11 Oktober 2026. (instagram.com/psm_makassar) Ketua Match Organizing Committee (MOC) atau Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja, Ermantino Handokomulyo, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dan pihak kepolisian setempat tetap memberi izin penggunaan SSA, tetapi memberikan syarat berlangsung tanpa penonton.
"Kami berterima kasih kepada Pemkab Bantul dan pihak kepolisian yang mengizinkan laga kandang ini tetap digelar di SSA. Namun, agar tidak mengganggu persiapan serta pemeliharaan fasilitas SILANAS III, kami sepakat pertandingan harus steril dari penonton. Kami sangat menghormati keputusan tersebut dan berkomitmen penuh menjaga ketertiban bersama," seperti dilansir dari situs resmi PSIM pada Kamis (15/10/2026).
2. Dilakukan pengamanan ketat mulai dari ring 1 Stadion Sultan Agung, Kab. Bantul

Pesepak bola PSIM Yogyakarta Nermin Haljeta (kanan atas) berebut bola dengan pesepak bola Persija Jakarta Denis Kolinger (kiri bawah) pada laga BRI Super League 2026-2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026). (ANTARA FOtO/Andreas Fitri Atmoko/nz) Guna mengantisipasi penumpukan massa di area stadion, Panpel PSIM akan menerapkan skema sterilisasi mulai dari area luar hingga Ring 1 SSA pada hari pertandingan. Akses masuk hanya diperuntukkan bagi pemain yang bertandingan, ofisial, serta pihak berkepentingan yang mengantongi akreditasi resmi.
Pihak manajemen dan Panpel PSIM sangat memahami kekecewaan kelompok suporter yang tidak bisa memberikan dukungan langsung di tribun. Namun, Ermantino mengimbau dengan tegas agar seluruh pendukung tidak nekat memaksakan diri datang ke kawasan Bantul atau melakukan konvoi.
3. Pasukan Ramang berpotensi bisa memanfaatkan senyapnya markas Laskar Mataram

Pesepak bola PSS Sleman Riko Simanjuntak (kiri) berebut bola dengan pesepak bola PSM Makasar Victor Luiz (kanan) pada laga BRI Super League di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Minggu (11/10/2026). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/bar) Bagi tim asuh Darije Kalezic, situasi tribun tanpa penonton berpotensi mengurangi tekanan dari suporter tuan rumah. Terlebih mereka sedang membidik poin penuh dan mengusung misi bangkit setelah menelan kekalahan di markas PSS Sleman.
Hasil tersebut membuat Pasukan Ramang turun ke peringkat 15 klasemen sementara lantaran baru mengoleksi 2 poin, hasil dari 2 hasil dan 2 kekalahan. Selain itu, PSM juga masih belum mampu memetik kemenangan perdananya musim ini.
















