Pertina Sulsel Jaring Calon Ketua, Dituntut Siap Berkorban Finansial

- Pertina Sulsel menggelar Musprov awal November 2026 untuk memilih ketua dan pengurus periode 2026–2030, dengan pendaftaran bakal calon dibuka 5–12 Oktober.
- Tahapan pencalonan mencakup verifikasi, masa sanggah, penetapan calon, serta kampanye. Kandidat harus berkomitmen mengembangkan tinju Sulsel, bukan sekadar mengejar status organisasi.
- Pengurus menyoroti prestasi era Harpen Reza Ali, termasuk 12 atlet ke PON 2024 dan enam medali. Calon ketua wajib didukung 10 pengurus daerah serta siap secara finansial, waktu, dan tenaga.
Makassar, IDN Times - Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov Pertina) Sulawesi Selatan akan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) untuk memilih ketua dan pengurus masa bakti 2026–2030. Musprov tersebut dijadwalkan berlangsung pada awal November 2026.
Tahapan suksesi kepemimpinan Pertina Sulsel telah dimatangkan melalui rapat pleno pengurus di Sekretariat Pengprov Pertina Sulsel, di Makassar. Rapat yang dipimpin Ketua Pengprov PERTINA Sulsel Harpen Reza Ali itu menetapkan sejumlah perangkat Musprov, mulai dari Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), Steering Committee (SC), hingga Organizing Committee (OC).
1. Pendaftaran bakal calon ketua dibuka 5 Oktober

Sekretaris Pengprov PERTINA Sulsel Sri Syahril usai mengalungkan medali juara kepada petinju muda Sulsel Izack Timothy Masihor pada Kejurnas Tinju Junior di Palu, Sulteng 2025. (Dok. Istimewa) Sekretaris Pengprov PERTINA Sulsel, Sri Syahril, mengatakan proses pencalonan ketua akan dilakukan secara terbuka. TPP bertugas mengawal seluruh tahapan, mulai dari pendaftaran, verifikasi berkas, masa sanggah, hingga penetapan calon yang memenuhi persyaratan.
"Setelah itu, TPP akan melakukan verifikasi berkas pada 13–14 Oktober, disusul masa sanggah pada 15–17 Oktober, sebelum akhirnya menetapkan calon resmi pada 18 Oktober 2026," jelas Sri Syahril, Minggu (4/10/2026).
Berdasarkan lini masa yang telah disusun, pendaftaran bakal calon ketua berlangsung pada 5–12 Oktober 2026. Kandidat yang lolos verifikasi kemudian diberi kesempatan melakukan kampanye dan sosialisasi pada 19–22 Oktober sebelum mengikuti Musprov.
Sri mengatakan kesempatan tersebut terbuka bagi putra-putri daerah yang memiliki komitmen untuk mengembangkan tinju Sulsel. Namun, ia mengingatkan agar pencalonan tidak hanya menjadi ajang mengejar status organisasi atau menambah daftar riwayat hidup.
2. PERTINA Sulsel cetak sejumlah prestasi di era Harpen

Petinju andalan Sulsel Holy Masihor wakili Indonesia di Kejuaraan Tinju Dunia 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab. (Dok. Pertina Sulsel) Musprov kali ini juga menjadi momentum berakhirnya masa kepengurusan Harpen Reza Ali. Masa kepengurusan pertama Harpen secara resmi berakhir pada 30 November 2026 setelah empat tahun memimpin PERTINA Sulsel.
Sri mengatakan, selama kepemimpinan Harpen, PERTINA Sulsel mencatat sejumlah prestasi, termasuk meloloskan 12 atlet ke PON XXI Aceh-Sumut 2024. Jumlah tersebut disebut menjadi kuota kelulusan terbesar Sulsel sepanjang keikutsertaannya di ajang PON.
"Di bawah komando Harpen Reza Ali, Pertina Sulsel mencetak sejarah baru dengan meloloskan 12 atlet ke PON XXI Aceh-Sumut 2024. Ini sebuah kuota kelulusan terbesar sepanjang sejarah partisipasi Sulsel selama keikutsertaan Sulsel di PON," ujar Sri.
Dari PON XXI Aceh-Sumut, tim tinju Sulsel disebut membawa pulang enam medali, termasuk emas dari kelas 54 kilogram melalui Josua Holy Masihor. Prestasi Josua berlanjut pada Kejuaraan Tinju Asia 2025 di Negeri Sembilan, Malaysia, ketika dia meraih medali emas setelah mengalahkan petinju tuan rumah.
3. Calon ketua dituntut punya kemampuan finansial

Pertina Sulsel gelar Kejurprov untuk menjaring bibit petinju muda. (Dok. Istimewa) Selain prestasi atlet, Sri menyebut pembinaan PERTINA Sulsel di era Harpen turut mengantarkan atlet daerah tampil pada kejuaraan dunia di Uzbekistan pada 2023 dan Dubai pada 2025. PERTINA Sulsel juga disebut menjadi tuan rumah Pra-PON 2023 serta sejumlah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov).
Sri mengklaim berbagai kegiatan tersebut dijalankan tanpa bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Sulsel. Kondisi itu, menurutnya, membuat pengurus harus mengandalkan kemampuan pendanaan secara mandiri selama menjalankan roda organisasi.
Harpen juga disebut mengeluarkan dana pribadi hingga belasan miliar rupiah untuk membangun gedung olahraga di atas lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi di Jalan AP Pettarani, Makassar. Sri menilai kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan figur yang akan memimpin PERTINA Sulsel berikutnya.
Karena itu, kandidat ketua tidak hanya diwajibkan memenuhi persyaratan administratif seperti memiliki KTP Sulsel dan menyusun visi-misi, tetapi juga mendapat dukungan minimal dari 10 Pengkab/Pengkot PERTINA. Calon juga dituntut memiliki kesiapan finansial serta komitmen waktu dan tenaga untuk menjalankan pembinaan tinju di Sulsel.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)














![[MEMORI] Sebelum Persib, PSM Sudah Lebih Dulu Kalahkan Klub Korsel](https://image.idntimes.com/post/20260917/kebutuhan-idn-times-2_d6938b94-4f1c-430c-afa8-85955a37d1e3.jpg)




