Comscore Tracker

[KLASIK] Memori Sarat Gol Aldo "Dodo" Barreto Bersama PSM Makassar

Didapuk jadi pengganti Cristian Gonzales yang hengkang

Makassar, IDN Times - Masih ingat Aldo Barreto? Dalam bentang kariernya di Indonesia selama nyaris satu dekade, striker berpaspor Paraguay ini dikenal sebagai salah satu ujung tombak paling tajam. Namun sebelum meraih status itu, ia memulai kisah dengan menerima pinangan PSM Makassar pada tahun 2006.

PSM, yang saat itu dilatih mendiang Henk Wullems, merekrut Aldo dari klub Thailand Premier League BEC Tero Sasana. Tak cuma Aldo Barreto, masih ada dua pemain asal Argentina yang didaratkan, yaitu striker Luciano Olier (sebelumnya merumput bersama Pelita Jaya) dan palang pintu Lucas Fernandez.

Sang Dutchman menyetok ulang pemain asing jelang putaran kedua Ligina 2006 demi mengerek peringkat. Semasa asuhan pelatih sebelumnya, Carlos de Mello, Syamsul Chaeruddin dkk sempat tercecer di papan tengah.

1. Aldo Barreto langsung nyetel meski baru direkrut pada pertengahan Ligina 2006

[KLASIK] Memori Sarat Gol Aldo Dodo Barreto Bersama PSM MakassarPesepakbola PSM Makassar, Aldo Barreto (kiri) bersama dua rekannya melakukan peregangan otot saat uji coba lapangan di Stadion Mattoanging Makassar, Jumat (18/7/2008). PSM Makassar akan menjamu tamunya, Deltras Sidoarjo dalam pertandingan Liga Super 2008/09. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Tak perlu waktu lama, Dodo --sapaan akrabnya-- langsung nyetel dengan dua juru gedor, Ahmad Amiruddin dan Ronald Fagundez. Tepat di laga debutnya dalam balutan jersey merah, menjamu Persmin Minahasa pada Minggu 9 April 2006, Aldo mencetak satu gol. Perkenalan dengan publik Mattoanging kian sempurna. PSM menang dengan skor 3-1.

Si anak petani jadi dambaan baru suporter. Tandem bersama Ronald Fagundez kontan menambah agresifitas. Ia mencetak total 14 gol dan 34 penampilan. Rinciannya, dua belas gol di sepanjang putaran kedua Ligina 2006 dan dua lainnya dalam ajang Piala Indonesia.

PSM sendiri lolos ke Babak 8 Besar Ligina 2006 usai finis di posisi tiga Wilayah Timur. Namun mereka gagal melaju lebih jauh sebab jadi juru kunci grup Wilayah II. Anak asuh Henk Wullems kalah saing dengan Persekabpas Pasuruan, Persmin Minahasa dan Persija Jakarta. Sedang di Piala Indonesia, langkah PSM cuma sampai putaran kedua.

2. Tanpa tandem sepadan sepeninggal Ronald Fagundez, Dodo bersinar sendirian di Ligina 2007

[KLASIK] Memori Sarat Gol Aldo Dodo Barreto Bersama PSM MakassarPemain PSM Makassar, Aldo Barreto (kanan) berusaha melewati pemain PSIM Yogyakarta saat bertanding dalam lanjutan putaran kedua Liga Indonesia 2007 di Stadion Mattoanging Makassar, Minggu (2/12/2007). Tuan rumah PSM Makassar berhasil memetik poin penuh setelah mengalahkan tamunya PSIM Yogyakarta dengan skor 2-0 (0-0). (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Peran pemilik nama lengkap Francisco Aldo Barreto Miranda ini kian penting di Ligina 2007. Tampuk kepelatihan beralih dari Henk Wullems ke Radoy Minkovski, namun jabatan Dodo sebagai ujung tombak seolah tak goyah. Juru taktik boleh saja berganti, namun semua sepakat keberadaan Aldo sangat krusial bagi keseimbangan tim.

Sayang, ia gagal temukan tandem sepadan sepanjang Ligina 2007. PSM mengganti striker asingnya sebanyak dua kali, yakni Leo Chitescu (Rumania) dan Saibou Badarou (Togo). Namun keduanya gagal penuhi ekspektasi. Publik Makassar berharap mereka bisa mengganti Ronald Fagundez yang hengkang ke Persik Kediri.

Pasukan Ramang gagal melaju ke Babak 8 Besar, lantaran finis di peringkat lima Wilayah Timur. Langkah PSM di Piala Indonesia pun mentok di perdelapan final. Adapun Dodo berhasil mengoleksi 16 gol dari 31 kali tampil (13 gol di Ligina, 3 di Piala Indonesia).

Baca Juga: [KLASIK] Pengalaman Panjang PSM Makassar Menjadi Tim Musafir

3. Pemotongan gaji membuat Dodo angkat kaki dari Makassar pada November 2008

[KLASIK] Memori Sarat Gol Aldo Dodo Barreto Bersama PSM MakassarPesepakbola PSM Makassar, Aldo Barreto (kanan) berusaha melewati pemain Persela Lamongan, FX Yanuar (tengah) saat bertanding dalam lanjutan Liga Super Indonesia 2008/09 di Stadion Mattoanging Gelora Andi Mattalatta Makassar, Senin (15/9/2008) malam. Pertandingan tersebut dihentikan karena terjadi bentrokan sementara kedudukan 3-1 (1-1) untuk kemenangan Persela Lamongan atas tuan rumah PSM Makassar. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Jelang Liga Super 2008/09, terjadi tarik ulur antara manajemen dengan pemain kelahiran Caazapá, 1 Maret 1981 itu. Kebijakan memotong gaji para legiun asing mendapat keberatan dari Dodo. Persisam Samarinda, yang saat itu berkutat di Divisi Utama, lalu mengajukan peminjaman.

Namun lantaran proses yang alot, kesepakatan baru dicapai jelang putaran kedua liga. Dodo merapat ke Kota Tepian pada 22 November 2008, status transfer permanen diamankan berkat banderol Rp200 juta. Pada setengah musim terakhirnya bersama PSM, ia menjebol gawang lawan sebanyak 8 kali.

Meski hanya setengah musim berseragam Persisam, Dodo mengantar Pesut Mahakam promosi ke Liga Super setelah berhasil juarai Divisi Utama 2008/09. Selanjutnya ia bermain untuk Bontang FC (2009-2010), Persiba Balikpapan (2010-2012) dan Persegres Gresik United (2012-2014).

Meski hanya sekali mengecap sukses trofi, Aldo Barreto sanggup menyabet dua gelar individu selama berkarier di Indonesia. Raihan tersebut adalah Pemain Terbaik Divisi Utama (2008/09) plus Top Skorer Liga Super (2009/10).

Baca Juga: [KLASIK] Catatan Gemilang Penggawa PSM di Timnas Era 1950-an

Topic:

  • Ach. Hidayat Alsair
  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya