Comscore Tracker

[KLASIK] 5 Pemain Asal Australia yang Pernah Membela PSM Makassar

Membawa mentalitas khas Land Down Under ke tubuh Juku Eja

Makassar, IDN Times - Sempat lebih dikenal sebagai batu pijakan talenta asal Amerika Latin, PSM Makassar selama beberapa tahun terakhir mulai aktif merekrut pemain berpaspor Australia.

Sejak Australia resmi diterima sebagai anggota AFC pada 2006, para pemain asal Negeri Kanguru langsung jadi komoditas klub-klub Liga Indonesia. Terlebih mentalitas khas Land Down Under yang berjuang penuh selama 90 menit membuat mereka selalu jadi pujaan suporter.

Sejak Ligina berubah format menjadi Liga Super Indonesia (LSI) di tahun 2008, terhitung ada lima pemain asal Australia yang sempat berseragam merah marun. Berikut IDN Times mengajak pembaca mengingat kembali kiprah kelimanya.

1. Goran Šubara (2010-2011)

[KLASIK] 5 Pemain Asal Australia yang Pernah Membela PSM MakassarPemain belakang PSM Makassar Goran Subara (merah) menahan bola penyerang Bogor Raya Qodrat Mulana (hitam) diputaran pertandingan Liga Primer Indonesia di stadion Cibinong Bogor, (19/3/2011). (ANTARA FOTO/Arif Ariadi)

Goran Šubara jadi pembuka daftar singkat ini. Jadi pemain asal Australia pertama yang merumput bersama PSM, palang pintu berdarah Serbia ini datang jelang LSI 2009/10. Datang di masa tugas pertama Robert Rene Alberts, bek kelahiran 4 April 1987 ini direkrut dari klub Singapura Gombak United.

Pemilik tinggi 1,87 meter ini tetap bertahan saat PSM menyeberang ke Liga Primer Indonesia (LPI) 2011. Goran masih jadi pilihan utama Wim Rijsbergen (pengganti Robert Alberts) di sektor belakang. Ia selalu tampil sebagai starter hingga LPI dihentikan pada April 2011, demi memberi jalan pada Liga Primer Indonesia 2011/12.

Sayang, ia hanya bertahan selama 9 bulan. Juni 2011, manajemen PSM mengembalikannya ke konsorsium LPI. Wim Rijsbergen beralasan sikapnya bisa membawa pengaruh buruk bagi tim. Goran tampil 25 kali dan mencetak satu gol.

2. Srećko Mitrović (2010-2012)

[KLASIK] 5 Pemain Asal Australia yang Pernah Membela PSM MakassarPesepakbola PSM Makassar, Srecko Mitrovic (kanan) berebut bola dengan pesepakbola Jakarta 1928 FC, Gustavo Ortiz (kiri) saat bertanding dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI) 2011 di Stadion Mattoanging Gelora Andi Mattalatta Makassar, Sabtu (26/3/2011). (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Datang satu paket bersama Goran Šubara pada September 2010, Srećko Mitrović jadi pemain Australia yang paling lama memperkuat PSM. Gelandang kelahiran Zenica (Bosnia-Herzegovina), 17 Februari 1984 tersebut didatangkan Robert Rene Alberts dari klub India East Bengal FC.

Hanya dalam waktu singkat, sosok berkepala plontos ini jadi andalan di lini tengah. Umpan-umpan akurat dan kemampuan mengatur tempo menjadikan Srećko tandem sempurna untuk Jules Basile Onambile dan Diva Tarkas. Belum lagi kebolehannya mengeksekusi tendangan bebas.

Meski PSM berganti juru taktik, dari Wim Rijsbergen ke Petar Segrt, ia tetap didapuk sebagai pilihan utama.

Namun memasuki pekan keempat LPI 2011/12 (15 Januari 2012), Srećko mundur dari tim dan menyeberang ke Deltras Sidoarjo alias bermain di LSI. Bersama PSM, ia tampil 32 kali serta bukukan 6 gol.

3. Reinaldo Elias da Costa (2017)

[KLASIK] 5 Pemain Asal Australia yang Pernah Membela PSM MakassarStriker PSM Makassar, Reinaldo Elias da Costa, memasuki lapangan Stadion Andi Mattalatta Mattoanging Makassar dalam lanjutan putaran pertama Liga 1 2017. (PSMMakassar.co.id/Ahmad Alia)

Lima tahun tanpa pemain Australia, Reinaldo Elias da Costa kembali menapaki jejak tersebut. Pada 23 Maret 2017, ujung tombak naturalisasi asal Brasil tersebut resmi berseragam merah marun khas PSM Makassar.

Ujung tombak kelahiran Itabirito, 13 Juni 1984 tersebut, diharap bisa mendongkrak eksplosifitas lini depan Juku Eja. Sayang, kebersamaan Reinaldo dan PSM hanya berlangsung setengah musim.

Sempat tampil garang di pekan-pekan awal Liga 1 2017, striker dengan tinggi 1,83 meter ini melempem jelang putaran kedua. Total 9 gol dicetaknya dari 13 penampilan. Agustus 2017, Reinaldo menyeberang ke Persija Jakarta sebelum memilih gantung sepatu akibat cedera panjang.

Baca Juga: [KLASIK] Memori Sarat Gol Aldo "Dodo" Barreto Bersama PSM Makassar

4. Bruce Djite (2018)

[KLASIK] 5 Pemain Asal Australia yang Pernah Membela PSM MakassarStriker PSM Makassar, Bruce Djite, di tengah sesi latihan bersama rekan-rekan setimnya jelang lanjutan putaran pertama Liga 1 2018. (PSMMakassar.co.id/Ahmad Alia)

Bruce Djite direkrut oleh Robert Rene Alberts sebagai ujung tombak baru jelang Liga 1 2018. Sosok kelahiran Arlington County (Virginia, Amerika Serikat), 25 Maret 1987 ini langsung menyita perhatian suporter berkat sebiji gol ke gawang Persib Bandung di ajang pra-musim Piala Presiden.

Sayangnya, Bruce gagal tunjukkan performa memikat. Cedera dan inkonsistensi membayangi masa-masanya bersama PSM. Ia hanya tampil sebanyak 9 kali (498 menit) tanpa sekali pun mencetak gol.

Meski nihil gol, Bruce sempat menyumbang sebiji asis penting. Laga pekan ke-14 kontra Persija Jakarta, bola sundulannya yang memantul di lapangan langsung dikonversi jadi gol oleh Steven Paulle pada menit ke-87.

Didepak dari PSM jelang putaran kedua Liga 1 2018, Bruce Djite memilih gantung sepatu pada April 2019 setelah beberapa bulan berstatus tanpa klub. Kini dirinya menjabat Director of Football Adelaide United, klub yang membesarkan namanya.

5. Aaron Evans (2019)

[KLASIK] 5 Pemain Asal Australia yang Pernah Membela PSM MakassarEkspresi pesepak bola PSM Makassar Aaron Evans seusai memasukkan bola ke gawang Becamex Binh Duong asal Vietnam pada semi final leg kedua Piala AFC 2019 zona Asean di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/6/2019). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Aaron Evans pantas disebut sebagai satu-satunya pemain Australia (sejauh ini) yang mengecap sukses bersama PSM Makassar. Direkrut dari Barito Putera pada Januari 2019, produk Canberra FC ini sempat sulit beradaptasi dengan strategi permainan pelatih Darije Kalezic.

Namun seiring waktu, Aaron mulai nyetel dan jadi pilar utama. Palang pintu 25 tahun itu turut andil dalam sejumlah capaian Juku Eja musim kemarin. Mulai dari semifinal Zona ASEAN AFC Cup plus gelar juara Piala Indonesia 2019, trofi pertama PSM dalam nyaris dua dekade terakhir.

Pemuda asal Canberra ini tampil sebanyak 45 kali di semua ajang dan mencetak 5 gol, cukup banyak untuk ukuran seorang pemain belakang.

Sayang, PSM tak perpanjang kontrak Aaron yang berdurasi satu tahun. Ia dilepas pada Januari 2020 dengan alasan gaya bermainnya dianggap tak cocok. Saat ini Aaron bermain untuk PSS Sleman.

Baca Juga: [KLASIK] Kiprah Singkat Nemanja Vucicevic sebagai Juru Gedor Juku Eja

Topic:

  • Ach. Hidayat Alsair
  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya