Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Klub Sepak Bola yang Pernah Dibela Syamsul Chaeruddin

5 Klub Sepak Bola yang Pernah Dibela Syamsul Chaeruddin
Syamsul Haeruddin merayakan gol yang ia cetak dalam pertandingan pekan ke-13 antara PSM Makassar kontra Bhayangkara FC di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging Makasssar, 9 Juli 2017. (Dok. PSM Makassar/Ahmad Alia)

Makassar, IDN Times - Syamsul Haeruddin merayakan ulang tahun yang ke-39 pada 9 Februari 2022. Gelandang enerjik kelahiran Limbung, Kabupaten Gowa, tersebut memang identik dengan seragam merah PSM Makassar.

Meski dikenal sebagai salah satu ikon PSM, Daeng Sila pernah merumput dengan beberapa klub Tanah Air. Berikut IDN Times membahas lima klub yang iringi karier sepak bolanya sejak tahun 2001

1. PSM Makassar (2001-2010, 2012-2017)

Mantan gelandang PSM Makassar dan Timnas Indonesia, Syamsul Chaeruddin, dalam sebuah sesi fun football di Sungguminasa pada Januari 2021. (Instagram.com/syamsulbachrihaeruddin)
Mantan gelandang PSM Makassar dan Timnas Indonesia, Syamsul Chaeruddin, dalam sebuah sesi fun football di Sungguminasa pada Januari 2021. (Instagram.com/syamsulbachrihaeruddin)

Masa bakti Syamsul di PSM berlangsung total satu dekade lebih, tepatnya 14 tahun. Kariernya di tim Juku Eja terbagi dalam dua babak, yakni 2001-2010 dan 2012-2017.

Symsul bergabung dengan tim utama PSM pada Ligina 2001, saat dia masih berumur 18 tahun. Di bawah asuhan Syamsuddin Umar, ia dimentori oleh dua gelandang kawakan yakni Ponaryo Astaman dan Bima Sakti.

Syamsul membela PSM di empat era kompetisi berbeda: Ligina, Liga Super Indonesia, Indonesia Soccer Championship hingga Liga 1. Jatuh bangun turut ia rasakan. Mulai dari nyaris juara pada Ligina 2004, susah payah keluar dari zona degradasi di Liga Super 2009/10, saat PSM jadi tim musafir musim 2014, dan lagi-lagi gagal menyabet trofi dalam Liga 1 2017.

Musim 2017 juga jadi tahun terakhirnya berseragam PSM Makassar. Faktor umur membuatnya jarang turun sebagai starter dalam skuad racikan Robert Rene Alberts. Masih segar dalam ingatan para suporter melihat Syamsul menitikkan air mata di konferensi pers terakhirnya sebagai penggawa Juku Eja.

2. Persija Jakarta (2010/2011)

Logo Persija Jakarta (Persija.id)
Logo Persija Jakarta (Persija.id)

Musim 2010/11 jadi masa krusial bagi Syamsul. Masuknya Robert Rene Alberts membuat Daeng Sila "dibuang" karena visi dan gaya permainan berbeda. Ia dihadapkan pada dua pilihan: loyal pada klub kesayangan meski tak dapat waktu bermain, atau pindah demi tetap berkarier. Syamsul memilih opsi kedua.

Pelatih Persija saat itu, Rahmad Darmawan, menghubungi langsung Syamsul untuk menawarkan tempat di skuad Macan Kemayoran. Gayung bersambut, Syamsul berganti warna seragam dari merah ke oranye.

Di Liga Super 2011/12, Syamsul bermain di 20 laga dan menyumbang 12 gol. Ia turut andil dalam keberhasilan Persija finis di posisi tiga klasemen.

3. Sriwijaya FC (2011/12)

Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, kandang klub Sriwijaya FC (JakabaringSportsCity.id)
Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, kandang klub Sriwijaya FC (JakabaringSportsCity.id)

Seiring menyeberangnya PSM ke Liga Primer, yang kemudian jadi kompetisi resmi PSSI, Syamsul memilih tetap di Liga Super. Masuk musim 2011/12, ia menerima pinangan Sriwijaya FC yang saat itu dilatih Kas Hartadi.

Tampil di 24 laga, Syamsul turut mencetak 10 gol. Tapi, ia cuma memperkuat Laskar Wong Kito selama setengah musim. Masuk putaran kedua, godaan untuk pulang kampung tak bisa ia tahan. Terlebih Ketua Umum PSM saat itu, Sadikin Aksa, sudah menghubunginya.

Diam-diam, ia "kabur" ke Makassar tanpa sepengetahuan manajemen Sriwijaya FC. Alhasil, Syamsul menukar kans mengangkat trofi pertama dalam kariernya dengan kesempatan kembali ke tanah kelahiran. Pasalnya, SFC keluar sebagai juara Liga Super 2011/12.

4. PSS Sleman (2018)

Syamsul Haeruddin saat diperkenalkan sebagai pemain baru PSS Sleman jelang Liga 2 2018, 9 Maret 2018. (Twitter.com/PSSleman)
Syamsul Haeruddin saat diperkenalkan sebagai pemain baru PSS Sleman jelang Liga 2 2018, 9 Maret 2018. (Twitter.com/PSSleman)

Dilepas PSM, banyak pihak beranggapan Syamsul langsung pensiun. Ternyata tidak. Ia kembali merantau untuk kali terakhir sebelum benar-benar gantung sepatu. Jelang musim 2018, pria berambut gondrong itu diperkenalkan sebagai bagian dari skuad PSS Sleman.

Sayang, ia didepak manajemen Elang Jawa jelang putaran kedua Liga 2 2018. Pelatih PSS saat itu, Seto Nurdiyantoro, menyebut performa yang kurang mengilap dan "faktor di luar lapangan" jadi alasan pencoretan Syamsul. Ia cuma enam kali tampil dalam balutan seragam hijau tua.

Tanpa klub sejak awal Agustus 2018, Daeng Sila benar-benar pensiun tak lama berselang.

5. Gasta Takalar (2021)

Syamsul Haeruddin (berdiri, dua dari kanan) berpose bersama para pemain Gasta Takalar sebelum lakoni laga uji coba pada Oktober 2021. (Instagram.com/syamsulbachrihaeruddin)
Syamsul Haeruddin (berdiri, dua dari kanan) berpose bersama para pemain Gasta Takalar sebelum lakoni laga uji coba pada Oktober 2021. (Instagram.com/syamsulbachrihaeruddin)

Sejak pensiun sebagai pemain, ia fokus melatih di dua sekolah sepak bola yang berada di kampung halamannya. Dan pada November 2020 lalu, Lisensi C AFC berhasil dikantongi setelah jalani kursus selama 15 hari di Bali. Syamsul pun sempat mengantar tim amatir Bagatak FC jadi juara turnamen Piala Gubernur Sulsel 2021.

Gasta Takalar jadi klub pertama dalam karier kepelatihan Syamsul. Ia direkrut sebagai juru taktik di bulan Oktober 2021 silam, jelang terjun ke pentas Liga 3 Zona Sulawesi Selatan (Sulsel).

Gasta bisa melaju ke putaran final dengan format setengah kompetisi yang mempertemukan enam tim teratas (berkurang jadi lima tim setelah PS Nene Mallomo Sidrap didiskualifikasi). Sayang dalam babak enam besar, mereka finis sebagai juru kunci dan tak pernah menang dari lima laga.

Nah, apakah jumlah klub dalam daftar ini akan bertambah? Kita tunggu saja kabar dari karier kepelatihan Daeng Sila.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ach. Hidayat Alsair
Aan Pranata
Ach. Hidayat Alsair
EditorAch. Hidayat Alsair
Follow Us

Latest Sport Sulawesi Selatan

See More

Resmi! Unggul Head-to-Head atas Persis, PSM Lolos dari Degradasi

10 Mei 2026, 13:08 WIBSport