Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wanita 56 Tahun di Takalar Tewas Diduga Dibunuh, Emas 32 Gram Raib
Tim Inafis Polres Takalar bersama Tim Forensik Biddokkes Polda Sulsel memeriksa jenazah korban. Dok.IDN Times/Istimewa
  • Seorang wanita bernama Mo’mi Daeng Paleng ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Takalar, setelah warga mendengar teriakan minta tolong pada malam kejadian.
  • Pihak kepolisian menduga kuat kasus ini merupakan pencurian disertai kekerasan karena sejumlah perhiasan emas korban seberat sekitar 32 gram dilaporkan hilang.
  • Tim Inafis dan Forensik mengumpulkan barang bukti serta menemukan luka serius di kepala korban, sementara penyelidikan terhadap saksi dan pelaku masih terus berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Seorang wanita bernama Mo'mi Daeng Paleng (56) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya di Dusun Je'ne, Desa Lagaruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Kamis (28/5/2026) malam.

Kerabat korban, Imran Daeng Siantang mengatakan, korban ditemukan tergeletak di depan toilet rumahnya sekitar pukul 21.30 Wita dalam kondisi bersimbah darah. Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga yang berdatangan ke lokasi.

"Korban tinggal bersama ibunya yang sudah sangat tua. Sebelum kejadian beberapa warga mendengar suara korban berteriak meminta tolong," ujar Imran Daeng Siantang, Sabtu (30/5/2026).

1. Warga sempat mendengar korban teriak minta tolong

Korban saat hendak dimakamkan oleh pihak keluarga Dok.IDN Times/Istimewa

Saat kejadian, ibu korban sedang tertidur di bagian atas rumah sehingga tidak mengetahui peristiwa yang menimpa anaknya.

Keluarga menduga Daeng Paleng menjadi korban pembunuhan yang disertai aksi perampokan. Dugaan itu muncul setelah sejumlah perhiasan emas milik korban dilaporkan hilang.

Imran menyebut, kalung emas dan beberapa perhiasan lainnya yang hilang sekitar 32 gram diduga dibawa kabur pelaku.

2. Ditemukan sejumlah luka di tubuh korban

Ilustrasi korban tewas (IDN Times/ Mardya Shakti)

Kapolsek Mappakasunggu, Iptu Sumarwan, mengatakan pihaknya menduga kuat kasus tersebut merupakan tindak pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Dari hasil olah TKP, kami menduga peristiwa ini merupakan kasus pencurian disertai kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Selain mengalami luka pada tubuhnya, sejumlah perhiasan emas milik korban juga dilaporkan hilang," kata Sumarwan.

Keluarga korban melaporkan sejumlah perhiasan berupa kalung, gelang, anting, dan cincin emas raib setelah kejadian.

"Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar 32 gram emas," ucapnya.

Usai menjalani autopsi, jenazah korban diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan pada Jumat malam sekitar pukul 20.00 Wita di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sanrobone.

3. Polisi kumpulkan barang bukti

Ilustrasi korban (IDN Times/Aditya Pratama)

Setelah proses pemakaman, Tim Inafis Polres Takalar bersama Tim Forensik Biddokkes Polda Sulsel kembali mendatangi rumah korban untuk melakukan olah TKP lanjutan.

Dalam proses tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus itu. Hasil pemeriksaan forensik juga menemukan luka serius di bagian kepala korban yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap pelaku di balik dugaan pembunuhan yang disertai aksi perampokan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article