Menurut informasi yang dihimpun, Kapolres Boalemo AKBP Sigit Rahayudi terlibat adu mulut dengan salah satu penambang emas liat bernama Marten. Video yang beredar memperlihatkan Kapolres dan Marten bersitegang dan saling berargumen dengan nada tinggi di sebuah ruangan.
Dalam video itu, Marten tengah video call dengan seseorang yang dia sebut sebagai petinggi di Polda Gorontalo. Dalam percakapannya dia mengaku alatnya ditahan oleh petugas Polres, serta menyebut Kapolres akan memukulnya.
Mendengar ucapan Marten dalam percakapan video call itu, Kapolres Boalemo masuk ke ruangan dan membentaknya. “Tidak ada saya mukul kamu, saya cuma kasih tahu jangan mengancam anggota saya. Saya tidak ada urusan, Saya cuma menertibkan. Itu kelihatan dari jalan,” kata Kapolres.
Video juga menunjukkan Marten meminta surat perintah dari Polres terkait penertiban tambang. Dia juga mengaku siap ditangkap.
“Saya mau lihat Sprinnya. Silahkan datang ke Polda, yang perintahkan saya kerja di sini itu Kasubdit Tipidter AKBP Firman, telepon pak Firman,” tutur Marten.
Kapolres menyambut ucapan Marten dengan menantang balik. “Eh, emang Firman siapa? Gak ada urusan sama Firman. Saya tidak ada urusan sama Firman, atau sama siapa. Saya cuma kasih tahu baik-baik itu kelihatan dari jalan,” tegas Kapolres.