Makassar, IDN Times - Tradisi pernikahan pasca Hari Raya Idulfitri masih kuat di kalangan masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan. Momentum bulan Syawal kerap dipilih sebagai waktu melangsungkan akad nikah, seiring kepercayaan tentang keberkahan yang masih melekat setelah Ramadan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, menyebut fenomena ini terlihat setiap tahun di berbagai daerah, tak terkecuali di Sulawesi Selatan. Dia mengakui tradisi pernikahan pasca Hari Raya Idulfitri di kalangan masyarakat Bugis-Makassar selama ini memang sangat marak.
"Salah satu alasannya karena masyarakat Bugis-Makassar menganggap bahwa melaksanakan pernikahan di bulan Syawal karena masih memiliki bias keberkahan bulan suci Ramadan," kata Ali Yafid, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/3/2026).
