Proses syuting film SOLATA di bukit Ollon, Tana Toraja. (Dok. Istimewa)
Dalam program tersebut, Ichwan berencana membawa beberapa film yang memiliki keterkaitan dengan Sulawesi Selatan. Salah satunya SILARIANG: Cinta [Yang] Tak Direstui yang dirilis pada 2018.
Selain film fiksi, dia juga menyiapkan proyek film dokumenter panjang tentang masyarakat adat di Sulawesi Selatan. Film tersebut masih berada dalam tahap riset sehingga belum dijadwalkan untuk tayang.
Ichwan mengatakan film berlatar Sulawesi Selatan dengan kualitas yang mampu memperkenalkan budaya, wisata, sekaligus mengangkat isu penting masih relatif terbatas. Karena itu, dia berharap program tersebut dapat mendorong sineas Sulsel membuat lebih banyak karya dengan cerita yang beragam.
"Film sejenis SOLATA memang sudah tak banyak diproduksi di Indonesia. Karenanya semoga melalui kegiatan ini semakin menggerakkan para sineas asal Sulawesi Selatan untuk mengeksplorasi cerita-cerita menarik dan berbeda dan tak takut menggarap cerita dengan isu-isu penting," jelasnya.
Ichwan juga berharap rencana tersebut mendapat dukungan pemerintah provinsi maupun pemerintah kota, instansi pemerintah, BUMN, dan pihak swasta. Menurutnya, film dapat menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan budaya dan berbagai potensi Sulawesi Selatan kepada pasar internasional. Saat ini, dia mengaku sudah ada satu kementerian yang memberikan respons positif terhadap rencana penyelenggaraan program tersebut.