Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sekda Makassar Minta Camat-Lurah Kawal Jadwal Pengangkutan Sampah
Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda. (IDN Times/Asrhawi Muin)
  • Pemkot Makassar meminta camat dan lurah mengawasi kebersihan serta jadwal pengangkutan sampah agar tidak terjadi penumpukan di permukiman dan fasilitas umum.
  • Warga didorong memilah sampah dari rumah menjadi organik, anorganik, residu, dan bahan berbahaya beracun agar pengelolaannya lebih mudah.
  • Sekda Andi Zulkifly Nanda menyatakan pemilahan sejak rumah dapat mengurangi volume sampah ke TPA dan meringankan beban pengelolaan persampahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar meminta camat dan lurah meningkatkan pengawasan terhadap kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing. Salah satu yang menjadi perhatian adalah memastikan sampah tidak menumpuk akibat terlambat diangkut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, mengatakan camat dan lurah perlu aktif mengawal proses pengelolaan dan pengangkutan sampah di wilayahnya. Jadwal pengangkutan harus diperhatikan agar sampah segera tertangani.

"Camat dan lurah harus terus mengawal kebersihan di wilayahnya. Jangan sampai sampah berserakan dan tidak terangkut sesuai jadwal," kata Zulkifly, Kamis (24/9/2026).

1. Sampah jangan sampai menumpuk

Ilustrasi sampah. (IDN Times/Yuko Utami)

Zulkifly mengatakan pengawasan di tingkat kecamatan dan kelurahan wajib untuk memastikan sampah yang dihasilkan masyarakat dapat segera ditangani. Pengawasan tersebut juga diperlukan agar sampah tidak menumpuk di lingkungan warga.

Menurutnya, sampah yang tidak segera diangkut berpotensi menumpuk di titik-titik permukiman maupun fasilitas umum. Karena itu, jadwal pengangkutan harus menjadi perhatian pemerintah wilayah.

"Satu hal perlu diperhatikan, jadwal pengangkutan juga harus menjadi perhatian agar tidak terjadi penumpukan sampah di titik-titik permukiman maupun fasilitas umum," tegasnya. 

2. Warga diminta pilah sampah jadi empat kategori

Ilustrasi pilah sampah. (IDN Times/Yuko Utami)

Selain pengawasan pengangkutan, Pemkot Makassar terus mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah. Pemilahan dibedakan berdasarkan jenis sampah agar lebih mudah dikelola.

"Pemilahan kita lakukan dengan memisahkan sampah organik, anorganik, residu, serta sampah bahan berbahaya dan beracun (B3)," jelas Zulkifly.

Sampah organik meliputi sisa makanan, sayuran, buah, daun, dan ranting. Sementara sampah anorganik mencakup botol plastik, kaleng, kertas, kardus, dan kaca.

Adapun sampah residu berupa popok, pembalut, tisu, dan plastik saset. Sedangkan sampah B3 antara lain baterai, lampu, obat kedaluwarsa, dan kemasan pestisida.

3. Pemilahan dari rumah kurangi beban TPA

TPA Tamangapa di Makassar. (Dok. Pemkot Makassar)

Zulkifly kembali menegaskan pemilahan sampah perlu dimulai sejak dari rumah. Menurutnya, cara tersebut dapat membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.

"Semakin sedikit sampah yang masuk ke TPA, semakin ringan pula beban pengelolaan dan semakin besar peluang menciptakan sistem persampahan yang berkelanjutan," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article