Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Petugas Polhut Tewas saat Padamkan Karhutla di Toraja Utara
Padayya (43), petugas Polhut pada Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Saddang 2, Toraja Utara. Dok. Istimewa
  • Padayya, anggota Polhut KPH Saddang 2, tewas setelah tertimpa pohon saat beristirahat usai memadamkan karhutla di Toraja Utara.

  • Korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Nanggala dan dirujuk ke Rumah Sakit Elim Rantepao, tetapi meninggal saat tiba.

  • Karhutla di hutan lindung Nanggala berlangsung sejak 19 Oktober 2026 dan hingga Jumat belum padam sepenuhnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
19 Oktober 2026

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan lindung Nanggala mulai berlangsung.

Rabu (28/10/2026)

Padayya tewas setelah tertimpa pohon saat beristirahat usai memadamkan karhutla di Toraja Utara.

Kamis (29/10/2026)

Amson Padolo membenarkan Padayya meninggal dunia dan berstatus ASN PPPK Dinas Kehutanan Sulsel.

Jumat (30/10/2026)

Api di kawasan hutan lindung Nanggala dilaporkan masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Padayya, anggota Polhut, tewas setelah tertimpa pohon saat beristirahat usai memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
  • Who?
    Padayya (43), petugas Polhut pada KPH Saddang 2, Dinas Kehutanan Sulawesi Selatan.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Lembang Nanna', Kecamatan Nanggala, Toraja Utara, di kawasan hutan lindung Nanggala.
  • When?
    Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 20.00 Wita.
  • Why?
    Korban tertimpa pohon yang tiba-tiba tumbang ketika beristirahat setelah menjalankan tugas pemadaman karhutla.
  • How?
    Korban dievakuasi ke Puskesmas Nanggala, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Elim Rantepao, tetapi meninggal saat tiba.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Padayya adalah petugas hutan yang membantu memadamkan api di Toraja Utara. Saat beristirahat, pohon tumbang menimpanya. Ia dibawa ke puskesmas lalu rumah sakit, tetapi meninggal. Padayya meninggalkan istri dan seorang anak perempuan. Api di hutan lindung Nanggala masih belum padam sepenuhnya sampai Jumat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Satu anggota Polisi Hutan (Polhut) di Toraja Utara tewas saat berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Korban meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang ketika beristirahat usai melakukan pemadaman.

Korban diketahui bernama Padayya (43), petugas Polhut pada Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Saddang 2, Dinas Kehutanan Sulawesi Selatan (Sulsel). Peristiwa nahas itu terjadi di Lembang Nanna', Kecamatan Nanggala, Toraja Utara, Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 20.00 Wita.

1. Korban ASN PPPK Dishut

Ilustrasi karhutla (Dok: istimewa)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Amson Padolo, membenarkan telah terjadi insiden tersebut. Dia menyebut Padayya merupakan aparatur sipil negara (ASN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Kehutanan Sulsel.

"Betul kasihan, meninggal dunia. Almarhum ASN PPPK Dishut," kata Amson kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).

2. Korban tertimpa pohon saat sedang istirahat

Ilustrasi karhutla api membakar lahan (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

Amson menjelaskan, sebelum kejadian, Padayya sedang menjalankan tugas pemadaman karhutla di kawasan hutan lindung Nanggala. Setelah berjibaku memadamkan api, korban kemudian beristirahat di pinggir jalan poros Karre.

Namun, saat sedang beristirahat, sebuah pohon tiba-tiba tumbang dan menimpa tubuh korban. Padayya pun mengalami luka serius akibat tertimpa pohon tersebut.

"Korban meninggal dunia dalam tugas. Awalnya korban istirahat di tengah jalan Poros Karre dalam proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan, tiba-tiba sebuah pohon tumbang jatuh menimpa korban," ungkapnya.

3. Sempat dievakusi ke Puskesmas

(Ilustrasi Karhutla) ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Nanggala sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Elim Rantepao. Namun, nyawanya tidak tertolong. Padayya dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

"Pada saat tiba di Rumah Sakit Elim korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," tutur Amson.

Kepergian Padayya meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Amson menambahkan, kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan lindung Nanggala telah berlangsung sejak 19 Oktober 2026. Hingga Jumat (30/10/2026), api dilaporkan masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Editorial Team

Related Article