Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelajar Tewas Ditusuk di Mamajang, Polisi Tangkap Pelaku
Ilustrasi garis polisi (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Seorang pelajar berinisial AS (15) tewas setelah ditusuk di Jalan Baji Pamai Dalam, Mamajang, Makassar, dan sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara sebelum meninggal.
  • Pelaku berinisial IM (45) mengaku menusuk korban dengan badik satu kali; polisi menyita senjata tajam, motor Honda Beat merah, dan rekaman CCTV sebagai barang bukti.
  • Insiden bermula dari cekcok antara kakak pelaku dan sekelompok anak di depan rumah yang memicu perkelahian hingga berujung penusukan; kasus kini dalam penyelidikan Polsek Mamajang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang pelajar berusia 15 tahun tewas setelah ditusuk menggunakan senjata tajam jenis badik di Jalan Baji Pamai Dalam, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.
  • Who?
    Korban berinisial AS (15) dan pelaku berinisial IM (45), warga setempat yang telah ditangkap serta ditahan oleh Polsek Mamajang untuk proses hukum lebih lanjut.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di depan rumah pelaku di Jalan Baji Pamai Dalam, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Senin sore, 6 April 2026. Korban dinyatakan meninggal setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.
  • Why?
    Insiden dipicu oleh cekcok antara kakak pelaku dan sekelompok anak yang berada di depan pagar rumahnya, yang kemudian berkembang menjadi perkelahian.
  • How?
    Pelaku keluar dari rumah saat keributan terjadi lalu menusuk korban satu kali dengan badik. Polisi menyita senjata tajam, sepeda motor, dan rekaman CCTV sebagai barang bukti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pelajar terjadi di Jalan Baji Pamai Dalam, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Senin (6/4/2026) sore. Peristiwa tragis ini menggegerkan warga sekitar karena korban masih berusia remaja.

Aparat Polsek Mamajang Polrestabes Makassar bergerak cepat dengan menangkap terduga pelaku berinisial IM (45), yang merupakan warga setempat. Saat ini, pelaku telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

1. Korban sempat dirawat di rumah sakit sebelum meninggal

Barang bukti badik yang digunakan pelaku menusuk korban hingga tewas. (dok. Polrestabes Makassar)

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Mamajang, AKP Alim Bahri Usman, mengungkapkan bahwa korban berinisial AS (15) sempat mendapatkan perawatan medis usai mengalami luka tusuk. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

“Korban sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, namun nyawa korban tidak tertolong akibat luka tusuk yang dialami pada bagian pinggang sebelah kiri,” ujar Alim, dalam keterangan yang dikutip, Rabu (8/4/2026). Luka tersebut menjadi penyebab utama kematian korban.

2. Pelaku mengaku menusuk korban dengan badik

Ilustrasi borgol (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku mengakui perbuatannya. Ia mengaku menusuk korban menggunakan senjata tajam jenis badik sebanyak satu kali.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dalam kasus ini. Di antaranya sebilah badik beserta sarungnya, satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah yang digunakan pelaku melarikan diri, serta rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

3. Insiden dipicu cekcok di depan rumah

Ilustrasi penjara (IDN Times/Mia Amalia)

Peristiwa berdarah ini bermula saat kakak pelaku berinisial IW menegur sekelompok anak yang berada di depan pagar rumahnya. Namun, teguran tersebut tidak diindahkan dan justru memicu adu mulut.

Tak lama kemudian, pelaku IM keluar dari rumah dan melihat keributan tersebut. Situasi semakin memanas hingga berujung perkelahian antara pelaku dan para anak-anak tersebut, yang kemudian berakhir dengan aksi penusukan terhadap korban.

Atas kejadian ini, pihak keluarga korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Mamajang. Polisi kini masih mendalami kasus tersebut untuk proses hukum lebih lanjut.

Editorial Team