Makassar Waspadai Cuaca Ekstrem, BPBD: Hindari Pohon Rawan Tumbang

Makassar, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengimbau kepada wargaber hati-hati menyusul, peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG memperkirakan cuaca buruk akan terjadi di wilayah Sulawesi Selatan pada 4 hingga 6 Desember 2024.
Kepala BPBD Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, mengingatkan agar masyarakat yang beraktivitas di luar rumah tetap waspada terhadap potensi bahaya cuaca ekstrem. Untuk warga yang berkendara, diimbau tidak lewat di bawah pohon yang rawan tumbang.
"Untuk masyarakat di luar rumah untuk mengantisipasi menghindari pohon-pohon tua," kata Hendra, Rabu (4/12/2024).
1. Warga bisa laporkan jika temukan pohon rawan tumbang

Hendra juga mengajak masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan pohon tua yang rawan tumbang. Pasalnya, pohon rawan tumbang dapat membahayakan warga termasuk pengguna jalan.
"Jika menemukan pohon yang membahayakan, segera melapor ke 112. Nanti segera dipangkas," kata Hendra.
2. Hindari gedung dan papan reklame

Selain itu, Hendra juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan dengan menghindari area berisiko tinggi. Di antaranya, gedung tinggi dan papan reklame yang bisa terimbas oleh angin kencang.
"Hindari gedung dan papan reklame. Jika tidak ada hal yang penting ke luar rumah ketika cuaca tidak bersahabat tetap tinggal di rumah," katanya,
3. Periksa instalasi listrik

Hendra juga meminta warga memeriksa instalasi listrik dan memastikan konstruksi rumah aman. Untuk warga di daerah rawan banjir, dia meminta agar segera evakuasi mandiri serta menyiapkan jalur evakuasi jika melihat kondisi air mulai naik.
"Segera lakukan evakuasi mandiri dan siapkan jalur evakuasi untuk menghindari risiko yang lebih besar," kata Hendra.
Warga yang berada di lokasi rawan banjir juga diminta untuk mengamankan barang berharga dan kendaraan agar tidak terdampak genangan air. Di sisi lain, BPBD tetap menyiagakan personil dan peralatan untuk evakuasi warga ketika dibutuhkan.
"Sumber daya manusia kita bertambah, perahu karet sudah stand by, kita punya sekitar 10 unit berbagai macam ukuran dan tipe," kata Hendra.

















