Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Makassar Tetapkan Status Siaga Darurat Hadapi Cuaca Ekstrem
Petugas BPBD memantau kondisi di titik rawan banjir, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar, Jumat (6/12/2024). (Dok. BPBD Makassar)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menetapkan status Siaga Darurat untuk menghadapi potensi bencana banjir selama cuaca ekstrem. Keputusan ini diambil setelah memperhatikan peningkatan intensitas hujan di wilayah Sulawesi Selatan dan peringatan dini BMKG pada tanggal 4,5, dan 6 Desember 2024.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, menyampaikan status siaga darurat bertujuan meningkatkan kewaspadaan serta kesiapan personel dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Sejak semalam, dia telah memerintahkan seluruh personel lapangan khususnya di carester untuk memantau wilayah-wilayah rawan banjir.

"Kami sudah ke Kodam 3, Manggala, hingga sekarang belum ada hal-hal signifikan yang bisa dikategorikan bencana. Namun kami terus meningkatkan kewaspadaan," kata Hendra, Jumat (6/12/2024).

1. Antisipasi aliran air dari daerah sekitar

Ilustrasi banjir. IDN Times/ Riyanto.

Hendra mengingatkan bahwa Makassar memiliki topografi rendah sehingga rentan menerima aliran air dari wilayah sekitar, seperti Maros dan Gowa. Kedua daerah tetangga itu juga dilaporkan mengalami hujan lebat. 

"Jadi kita perlu antisipasi mengalirnya air dari Maros dan Gowa. Kita ada di posisi topografi rendah, namanya sifat air dari tinggi ke rendah. Kita tetap meningkatkan kewaspadaan," jelasnya.

Menurut laporan BMKG, saat ini curah hujan di Makassar berada pada intensitas rendah hingga sedang. Namun, Makassar masih masuk dalam peringatan cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir di beberapa wilayah tertentu.

"Intensitas rendah hingga sedang. Informasi dari BMKG secara keseluruhan adalah semakin meningkat di akhir bulan sekaligus akhir tahun ini. Puncaknya di Januari dan kemungkinan akan berakhir di Maret," katanya.

2. Masyarakat di wilayah rawan banjir diimbau tetap siaga

Ilustrasi banjir. (IDN Times/Estimasi Suryani)

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, agar tetap siaga. Hendra menegaskan bahwa BPBD telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk pemantauan secara berkala dan pemberian peringatan dini.

"Kita mendapatkan informasi dari BMKG per tiga harian. Kalau sudah merah, kami akan langsung komunikasi dengan kecamatan, kelurahan dan tokoh masyarakat setempat untuk persiapan evakuasi diri. Sekarang warna kuning," katanya.

3. BPBD terus memonitor perkembangan di lapangan

Ilustrasi banjir. (IDN Times/Nathan Manaloe)

Hendra juga menegaskan BPBD akan terus memonitor perkembangan di lapangan dan memberikan informasi terbaru untuk memastikan kesiapan semua pihak. Sementara itu, masyarakat diminta untuk mempersiapkan diri dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. 

"Warga Makassar apalagi yang bermukim di wilayah peta rawan banjir itu harus waspada. Kalau analisis BMKG kemungkinan besar kita akan menghadapi banjir dalam kurun waktu tertentu," katanya.

Editorial Team

Related Article