Jumlah Pengungsi Banjir di Makassar Menurun

Makassar, IDN Times - Jumlah pengungsi akibat banjir di Kota Makassar mulai menurun seiring dengan surutnya genangan air di beberapa wilayah. Berdasarkan laporan terbaru dari Tim Kaji Cepat BPBD Kota Makassar pada Rabu (25/12/2024), jumlah pengungsi tercatat sebanyak 374 kepala keluarga (KK) atau 1.352 jiwa yang tersebar di 21 titik pengungsian.
Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan data sebelumnya pada Selasa (24/12/2024), di mana tercatat 629 KK atau 2.303 jiwa mengungsi di 30 titik. Penurunan jumlah pengungsi terjadi karena sebagian warga, terutama di wilayah Kecamatan Panakkukang, telah kembali ke rumah setelah banjir di daerah mereka mulai surut.
1. Kondisi terkini di wilayah terdampak

Kecamatan Manggala masih menjadi daerah dengan dampak banjir terparah, dengan 214 KK atau 740 jiwa yang masih bertahan di 11 titik pengungsian. Sementara itu, di Kecamatan Biringkanayya, terdapat 146 KK atau 495 jiwa di 9 titik pengungsian. Di Kecamatan Tamalanrea, hanya tersisa 14 KK atau 117 jiwa di satu titik pengungsian.
Meski jumlah pengungsi menurun, Kepala BPBD Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, mengingatkan bahwa kondisi di beberapa wilayah masih memprihatinkan.
“Penurunan jumlah pengungsi bukan berarti kondisi sudah sepenuhnya pulih. Di wilayah seperti Kecamatan Manggala, masih banyak warga yang membutuhkan bantuan,” katanya.
2. Bantuan tetap disalurkan

Pemerintah Kota Makassar melalui BPBD dan dinas terkait terus memastikan kebutuhan logistik dan layanan kesehatan para pengungsi terpenuhi. Bantuan berupa makanan, air bersih, selimut, dan pakaian hangat terus disalurkan ke lokasi pengungsian.
“Kami berusaha memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi sambil terus memantau situasi. Layanan kesehatan juga kami sediakan untuk menjaga kondisi kesehatan warga yang terdampak,” jelas Hendra.
3. Antisipasi banjir susulan

Meskipun banjir di beberapa wilayah mulai surut, BPBD Kota Makassar tetap siaga terhadap kemungkinan banjir susulan akibat curah hujan yang masih tinggi. Pemerintah meminta warga di lokasi rawan banjir untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas jika evakuasi kembali diperlukan.
“Pemantauan terus kami lakukan di wilayah rawan banjir. Kami juga menyiapkan personel untuk merespons kebutuhan darurat yang mungkin muncul,” kata Hendra.



















