Jembatan di PT Vale Sorowako Amblas, Akses Sorowako -Malili Lumpuh

- Warga Sorowako berharap ada jalan alternatif usai aksesnya terganggu akibat amblasnya jembatan di area plant site gate satu PT Vale Indonesia.
- PT Vale siapkan solusi strategis dengan menyediakan jalur alternatif yang aman di samping flyover untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas publik.
- Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan pemilik jalan dilakukan untuk memastikan fasilitas alternatif memenuhi standar akses yang layak dan aman.
Makassar, IDN Times - Jembatan yang berada di area plant site gate satu (pintu masuk area pabrik) PT Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dilaporkan amblas akibat sebuah kendaraan yang mengangkut alat berat menabrak jembatan tersebut, Minggu (8/2/2026).
Informasi yang dihimpun, insiden itu membuat akses jalan dari Sorowako ke Malili ditutup, sehingga terjadi antrian panjang kendaraan di depan plant site PT Vale Indonesia dan sebaliknya.
1. Warga harap ada jalan alternatif usai aksesnya terganggu.

Seorang warga yang hendak melintas, Alif Sunarko mengatakan rusaknya jembatan di area plant site gate satu membuat akses warga terganggu.
“Kami saat ini sangat terganggu dengan ditutupnya jembatan ini. Banyak warga yang mau ke rumah sakit dan lain-lain tapi tidak dapat melintas," ujar Sunarko.
Alif berharap PT Vale menyediakan jalan alternatif bagi warga dan segara memperbaiki jembatan tersebut agar dapat kembali dilalui oleh warga.
"PT Vale punya jalan alternatif dari gate 6 ke Gunung Batu. Sayangnya perusahaan tidak memberikan akses untuk melintasinya” ujar Alif.
2. PT Vale siapkan solusi strategis.

Menanggapi insiden itu, Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum mengatakan, PT Vale terus melakukan pemantauan, evaluasi, dan perawatan proaktif terhadap seluruh infrastruktur yang berada di lingkungan operasional atau berdampak bagi masyarakat.
"Perseroan bekerja sama dengan instansi terkait dan tenaga ahli teknis untuk memastikan bahwa setiap struktur dipelihara sesuai dengan standar keselamatan dan peraturan yang berlaku," kata Vanda Kusumaningrum dalam keterangannya kepada IDN Times.
Vanda mengungkapkan, menyadari pentingnya mobilitas dan aksesibilitas bagi masyarakat dan dunia usaha, PT Vale telah menyiapkan solusi strategis untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas publik di sekitar area flyover yang mengalami penyesuaian operasional.
"Solusi tersebut mencakup penyediaan jalur alternatif yang aman di samping flyover, dirancang untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas masyarakat dan karyawan, sekaligus memastikan kelanjutan aktivitas ekonomi dan sosial berjalan tanpa hambatan berarti," ucapnya.
3. Memastikan keselamatan publik dan kualitas layanan.

Selanjutnya koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan pemilik jalan untuk memastikan fasilitas alternatif memenuhi standar akses yang layak dan aman.
"Langkah‐langkah mitigasi yang dirancang tidak hanya untuk menjalankan fungsi operasional, tetapi juga untuk memperkuat rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan sehari-hari," tuturnya.
Vansa menambahkan, PT Vale memahami bahwa adaptasi terhadap perubahan pada infrastruktur dapat menimbulkan ketidaknyamanan sementara.
"Untuk itulah, perseroan mengajak seluruh pihak untuk melihat situasi ini sebagai bagian dari proses bersama dalam memastikan bahwa keselamatan publik dan kualitas layanan infrastruktur selalu diutamakan, sambil terus membuka ruang dialog konstruktif dan kolaborasi yang positif," ungkapnya.
PT Vale berterima kasih atas perhatian, kesabaran, dan kerja sama masyarakat serta pemangku kepentingan. PT Vale akan terus memantau perkembangan situasi, mengambil tindakan sesuai kebutuhan, dan memberikan pembaruan informasi secara bertahap melalui kanal komunikasi resmi.


















