Suasana kawasan kuburan batu Lemo di Kabupaten Tana Toraja pada 1940-an. (Collectie Wereldmuseum v/h Tropenmuseum, part of the National Museum of World Cultures)
Sejumlah kuburan batu masyarakat Toraja kerap didatangi oleh wisatawan. Mulai dari makam tebing Lemo di Kabupaten Toraja Utara terkenal dengan tebing batu curam yang dihiasi deretan patung Tau-tau penjaga makam. Lalu ada juga makam tebing Londa yang dapat ditelusuri menggunakan bantuan penerangan.
Sayangnya, keberadaan situs pemakaman batu ini tak lepas dari ancaman bencana. Ratusan peti mayat di Liang Pongtimban, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilaporkan hangus terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebakaran terjadi di Dusun Salurea Rangri, Kelurahan Baruppu' Selatan, Kecamatan Baruppu', pada Jumat malam hingga Sabtu (23–24/10/2026).
Kobaran api merambat hingga ke area liang batu yang selama ini digunakan sebagai tempat peristirahatan terakhir leluhur. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat yang setia merawat warisan budaya mereka.