Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dilaporkan ke Bawaslu, Pj Gubernur Sulsel: Tidak Usah Dikomentari
Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh. (IDN Times/Asrhawi Muin)
  • Pj Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh, santai terkait pelaporan ke Bawaslu oleh paslon lawan.
  • Zudan menyerahkan kasusnya kepada Bawaslu untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.
  • Zudan telah mengingatkan ASN agar netral dalam Pilkada 2024 dan tidak mudah terpengaruh oleh pihak politik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh, menanggapi santai perihal pelaporan dirinya ke Bawaslu oleh tim salah satu paslon. Namun dia tidak mau berkomentar banyak mengenai pelaporan itu.

Dia enggan mempermasalahkan pelaporan itu. Dia hanya menyerahkan kepada Bawaslu untuk diproses sebagaimana mestinya.  

"Tidak usah dikomentari, biar Bawaslu menilai itu," kata Zudan di Kantor Gubernur Sulsel Kamis (17/10/2024).

1. Zudan kerap ingatkan jaga netralitas ASN

Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh. (Dok. Kementan)

Zudan sendiri telah berulang kali mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulsel agar menjunjung netralitas dalam menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Hal itu juga disampaikannya dalam kegiatan apel virtual lingkup Pemprov Sulsel, Senin 7 Oktober 2024 lalu.

Dalam arahannya, Zudan menegaskan dan menekankan bahwa ASN harus waspada dan tidak mudah terpengaruh. Baik itu oleh ajakan atau tekanan dari pihak-pihak yang berkepentingan secara politik.

"ASN harus netral, jangan gampang disuruh foto yang ada simbol-simbol satu, dua, atau saranghaeyo," kata Zudan.

2. Zudan dilaporkan karena dicurigai ada upaya arahkan dukungan ke paslon

Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Zudan dilaporkan ke Bawaslu oleh Tim hukum pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto dan Azhar Arsyad (DIA). Zudan dilaporkan karena ada dugaan kepentingan melalui gelaran jalan sehat dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-355 Sulsel pada Minggu 13 Oktober 2024.

Koordinator Tim Hukum DIA, Akhmad Rianto, mengatakan dalam kegiatan jalan sehat itu, panitia penyelanggara memasukkan NIK dan KTP sebagai syarat pendaftaran. Karena itu, tim DIA mencurigai ada upaya untuk mengarahkan dukungan ke salah satu paslon.

"Gerak jalan melakukan registrasi dengan KTP dan nomor WA. Penyelenggaraan HUT Sulsel itu memang difasilitasi oleh pemprov tapi ada upaya pembiaran untuk menguntungkan paslon lain karena kenapa proses pengambilan hadiah harus lewat Dukcapil provinsi," kata Akhmad saat dikonfirmasi IDN Times, Kamis (17/10/2024).

3. Jalan sehat HUT Sulsel dapat rekor MURI

Pj Gubernur Sulawesi Selatan Zudan Arif Fakrulloh menerima piagam rekor MURI jalan santai dengan peserta terbanyak, Minggu (13/10/2024). (Dok. Humas Pemprov Sulsel)

Pada Minggu 13 Oktober 2024 lalu, Pemprov Sulsel memang menggelar kegiatan jalan sehat sebagai rangkaian dari Hari Jadi ke-355 Sulsel. Jalan sehat ini sudah diagendakan akan mendapatkan rekor MURI sebagai peserta jalan sehat serentak terbanyak. 

Kegiatan ini terlaksana secara serentak di 24 kabupaten dan kota. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, ASN, hingga pelajar. Tercatat sebanyak 535.500 peserta mengikuti jalan sehat ini.

Editorial Team

Related Article