Makassar, IDN Times - Bagi sebagian warga Makassar, Pasar Sentral (New Makassar Mall) dulu menjadi tujuan utama saat berbelanja. Hampir semua kebutuhan tersedia, mulai dari pakaian, sepatu, hingga perlengkapan rumah tangga, dengan harga yang bisa ditawar langsung.
Suasana pasar yang padat, suara pedagang menawarkan barang, hingga interaksi antara penjual dan pembeli menjadi pengalaman khas yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern. Bahkan suara penjual obat pun terasa berbeda saat meneriakkan dagangannya.
Banyak warga datang bersama keluarga atau rombongan, bahkan dari luar daerah. Momen paling ramai biasanya saat tahun ajaran baru atau Lebaran. Ibaratnya, pasar ini merupakan tujuan untuk membeli segala kebutuhan.
Namun, aktivitas pasar ini tak lagi seramai dulu. Pasar yang pernah menjadi pusat pergerakan ekonomi warga Makassar kini terlihat lengang di sejumlah bagian.
Berdasarkan pantauan IDN Times, Kamis (9/4/2026), suasana di dalam gedung cenderung sepi, terutama di lantai-lantai atas. Sejumlah lorong tampak lengang tanpa lalu lalang pembeli. Banyak lapak terlihat kosong dan tutup, sementara beberapa yang masih beroperasi hanya didatangi segelintir pengunjung.
Aktivitas perdagangan lebih banyak terkonsentrasi di area basement, lantai dasar, dan lantai 1. Namun, di titik-titik tersebut pun, intensitas pembeli tidak merata. Beberapa kios terlihat aktif, sementara lainnya sepi tanpa transaksi.
