Daftar Tunggu Haji di Sulsel 97 Tahun? Ini Penjelasan Kemenag

Makassar, IDN Times - Warganet dibikin heboh oleh informasi yang beredar di media sosial, bahwa daftar tunggu haji di Sulawesi Selatan mencapai hingga di atas 90 tahun. Informasi itu diunggah sejumlah akun Instagram dengan mengutip pemberitaan beberapa media.
Informasi yang beredar mengutip data resmi Kementerian Agama. Disebutkan, daftar tunggu di Kabupaten Bantaeng, yang terlama di Sulsel, mencapai 97 tahun. Sedangkan untuk Kota Makassar daftar tunggunya 84 tahun.
"(Ini) membuat geger sejumlah warga sebab daftar tunggu warga untuk menunaikan ibadah haji tiba-tiba menjadi sangat lama, dan (mereka) mempertanyakan langsung ke Kemenag terkait kebenaran kabar tersebut," kata Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kantor Wilayah Kemenag Sulsel Ikbal Ismail, dalam keterangan persnya yang dikutip, Jumat (10/6/2022).
1. Daftar tunggu berubah pengurangan kuota tahun ini

Ikbal menjelaskan, informasi yang beredar mengutip waiting list yang ditampilkan dalam laman Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag RI. Pada sistem tersebut memang terdapat perubahan data yang disebabkan pengurangan kuota haji tahun ini oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Pengurangan kuota untuk jemaah asal Indonesia mencapai 46,5 persen dari kuota normal, yang terakhir di tahun 2019.
Pada tahun 2019, Saudi memberikan kuota jemaah haji Indonesia sebanyak 231 ribu orang. Untuk Provinsi Sulsel sebanyak 7.145 orang. Namun setelah pelaksanaan haji ditunda dua tahun karena pandemik COVID-19, tahun ini Saudi membatasi jemaah dari luar negeri. Indonesia mendapatkan kuota 100.051 orang, dan kuota untuk Sulsel 3.320 orang.
Pemotongan kuota haji dan persyaratan yang diminta Saudi berdampak pada adanya perubahan secara otomatis di Siskohat. Termasuk waiting list yang melonjak menjadi lebih dari dua kali lipat dari waktu normal.
"Tetapi perubahan tersebut Insya Allah hanya untuk tahun ini sesuai persyaratan dari Arab Saudi," kata Iqbal.
2. Data Siskohat estimasi mengikuti kuota tahun 2022

Mawardy Siradj, Pranata Humas Ahli Muda Pada Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel menjelaskan, bahwa data yang di Siskohat Pusat adalah data estimasi yang mengikuti kuota tahun 2022. Tahun ini ada pengurangan hampir 50 persen dari kuota normal sebelumnya. Makanya daftar tunggu melonjak sampai dua kali lipat.
Dengan munculnya angka yang segitu besar, Sehingga Masyarakat perlu dijelaskan atau diberi penjelasan tambahan bahwa daftar tunggu tersebut berubah karena sistem yang cuma berlaku tahun ini. Mengikuti jumlah kuota yang ditetapkan Arab Saudi Tahun 2022.
"Kalau kuotanya kembali normal seperti tahun 2019, Maka Insya Allah, waiting list itu kembali ke daftar waiting list normal, Sebagaimana data Siskohat Kementerian Agama sebelum pandemi dan adanya kebijakan pengurangan kuota haji Oleh pemerintah Arab Saudi," ungkap Mawardy.
3. Daftar tunggu haji di Sulsel rata-rata 34 tahun

Merujuk dari data Siskohat Kanwil Kemenag Sulsel per 6 Juni 2022, rata-rata daftar tunggu haji di Sulawesi Selatan berkisar 34 tahun. Daftar tunggu terpanjang di Kabupaten Bantaeng, yakni 45 tahun. Dan saat ini jumlah jemaah haji yang sudah mendaftar di Sulsel mencapai angka 239.398 orang. Untuk rinciannya simak gambar di atas.
Untuk pemberangkatan haji tahun 2022, jemaah haji Sulsel akan bertahap masuk Asrama Haji Sudiang Makassar mulai 16 Juni 2022. Jemaah diterbangkan langsung dari Makassar ke Saudi.
"Penjelasan ini penting disampaikan dan ditambahkan kepada khalayak, masyarakat dan umat. Agar tidak menimbulkan keresahan berlebihan di tengah umat. Utamanya calon jemaah haji yang sudah mendaftar haji," kata Mawardi.



















