Warga di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, mengungsi karena kebanjiran. IDN Times/Sahrul Ramadan
Warga lainnya, Oskar, mengatakan masih ada banyak warga yang memilih bertahan di dalam kompleks. Mereka sementara mengemas perlengkapan yang hendak dibawa ke lokasi pengungsian di dalam masjid. Oskar, istri dan dua anaknya mengungsi lebih awal. "Makanya kami lebih duluan mengungsi. Takutnya nanti ada apa-apa air tambah tinggi," ujar Oskar.
Oskar mengungkapkan, banjir di rumahnya terjadi sejak Sabtu sekitar pukul 04.00 WITA. Air perlahan naik dan menggenangi satu per satu rumah warga di dalam kompleks. Warga cemas air dengan cepat naik seiring dengan intensitas hujan yang terus mengguyur. "Bahkan ada yang di dalam sekali lagi itu, yang barangkali sudah sampai di leher," Oskar menerangkan.
Oskar menyebut, banjir tahun ini cukup parah dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu, banjir belum mencapai pinggang. Novi, Oskar dan sejumlah warga lain yang bertahan di pengungsian berharap agar bantuan pemerintah segera datang. Mengingat, pengungsi hanya membawa barang seadanya.