Rapid test massal Unhas Makassar. IDN Times/Unhas Makassar
Dilihat dari sebaran penularan virus, jelas Budu, 25 pegawai yang positif COVID-19 ini disebutkan tersebar pada 13 unit kerja yang berbeda. Masing-masing, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas MIPA, Fakultas Teknik, Fakultas Peternakan, Kantor Pusat, Satuan Pengamanan Kampus, Fakultas Farmasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unit Kearsipan, dan Fakultas Hukum.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas, Ansariadi, menjelaskan bahwa perlu investigasi lebih lanjut apakah mereka terpapar di tempat kerja atau di keluarga mereka. Apakah ada hubungan antara satu kasus dengan kasus yang lain.
Apalagi, tambah Ansariadi, kondisi di luar kampus saat ini sangat longgar, terutama pada tempat-tempat umum. Kalau melihat sebaran kasus yang ada di beberapa fakultas, jelas Ansariadi, maka kemungkinan mereka tertular di keluarga atau tempat lainnya sangat besar.
"Walaupun sekarang mereka tidak ada gejala, keputusan Unhas untuk cepat melakukan isolasi sejak diketahui hasil rapid test, sambil menunggu hasil PCR, dan dilanjutkan setelah ada kepastian hasil PCR, sesuai standar. Selanjutnya karantina terhadap staff yang pernah kontak erat dengan mereka yang positif juga perlu dilakukan untuk memutus penularan penyakit ini," imbuh Ansariadi.
Langkah Unhas untuk melakukan pemeriksaan massal, menurut Ansariadi sangat tepat. Dengan mengetahui orang-orang yang tanpa gejala yang ternyata positif, merupakan cara terbaik memutus rantai sebaran di lingkup internal Unhas Makassar.