Kota Makassar dikenal luas lewat kuliner berat seperti coto, konro, atau pallubasa. Namun di balik itu, Makassar juga punya warisan jajanan tradisional yang dulu sangat akrab di keseharian warganya.
Sebagian besar jajanan ini dulu mudah ditemui di pasar pagi, dijajakan keliling dari kampung ke kampung, atau hadir dalam acara keluarga. Kini, banyak yang mulai jarang terlihat. Ada yang kalah bersaing dengan makanan modern, ada pula yang mulai kehilangan generasi pembuatnya.
Padahal, tiap kue dan jajanan tradisional ini menyimpan cerita panjang tentang kebiasaan makan, tradisi, dan identitas budaya Bugis-Makassar. Berikut beberapa jajanan lawas yang kini mulai sulit ditemukan.
