Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Malino Cocok Dikunjungi Saat Musim Hujan, Dijamin Segar!

5 Alasan Malino Cocok Dikunjungi Saat Musim Hujan, Dijamin Segar!
Suasana Malino di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (Unsplash.com/Rio Lecatompessy)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Malino di Gowa jadi destinasi favorit saat musim hujan karena kabut tebal di hutan pinus menciptakan suasana segar dan menenangkan.
  • Aroma petrichor serta minuman hangat seperti sarabba membuat pengalaman berkunjung ke Malino terasa lebih rileks dan nikmat di udara dingin.
  • Air terjun yang lebih deras dan momen sederhana seperti menikmati mie instan hangat menjadikan musim hujan waktu terbaik untuk menikmati pesona Malino.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Hujan bagi banyak orang dianggap sebagai penghalang untuk berwisata. Tapi, bagi masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel), rintik hujan justru jadi "undangan" terbaik untuk menyambangi daerah dataran tinggi Gowa. Malino.

Daerah yang berjuluk Kota Bunga tersebut memiliki daya tarik yang justru baru akan terasa saat langit sedang mendung atau gerimis tipis melanda. Nah, berikut IDN Times merangkum beberapa alasan kenapa Malino justru menjadi destinasi paling pas untuk dikunjungi saat musim hujan.

1. Kabut di hutan pinus membuat suasana jadi semakin segar

Potret Hutan Pinus Malino, Gowa
Potret Hutan Pinus Malino, Gowa (instagram.com/makassarguide)

Jika Malino menyuguhkan pemandangan cerah di musim kemarau, maka pengunjung di musim hujan akan disambut oleh kabut tebal yang menyelimuti hutan pinus. Persis suasana di film-film drama berlatar tempat hutan khas Hollywood, contohnya Twilight.

Berjalan di antara deretan pohon pinus saat kabut turun memberi sensasi ketenangan yang sulit didapat di tempat lain. Selain menyegarkan, juga dijamin bikin paru-paru jadi lebih sehat!

2. Jika hujan turun, aroma petrichor membuat pengunjung lebih rileks

Kawasan Hutan Wisata Pinus Malino pada momen liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kamis (26/12/2024). (Dok. Istimewa)
Kawasan Hutan Wisata Pinus Malino pada momen liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kamis (26/12/2024). (Dok. Istimewa)

Ada aroma khas yang hanya muncul saat air hujan membasahi tanah. Aroma ini, yang sering disebut petrichor, memiliki efek relaksasi alami yang bisa menurunkan tingkat stres.

Menghirup udara segar Malino yang bercampur aroma hujan jelas jadi terapi terbaik untuk paru-paru dan pikiranmu setelah sibuk dengan berbagai aktivitas. Entah itu pekerjaan atau bahkan tugas-tugas akademik.

3. Meminum sarabba di tengah suasana dingin jadi lebih nikmat

ilustrasi sarabba (youtube.com/Dapur Emmak)
ilustrasi sarabba (youtube.com/Dapur Emmak)

Menikmati sarabba (minuman olahan jahe khas Sulsel) saat cuaca panas mungkin terasa biasa saja. Tapi, akan berbeda jika sedang mengunjungi Malino saat suhu sedang merosot di musim hujan.

Kehangatan jahe, santan, dan kuning telur dalam segelas sarabba akan terasa makin nikmat. Apalagi kalau ditemani pisang goreng panas dengan sambal khasnya, sambil bersantai di warung-warung pinggir jalan.

4. Beberapa spot air terjun suguhkan pemandangan yang luar biasa

Air Terjun Takapala di Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). IDN Times/Irwan Idris
Air Terjun Takapala di Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). IDN Times/Irwan Idris

Malino memiliki beberapa air terjun populer seperti Air Terjun Takapala atau Air Terjun Salewangang. Di musim hujan, volume air akan meningkat, membuat deburan air yang jatuh ke bebatuan terdengar lebih bergemuruh.

Namun, deretan air terjun tersebut terlihat jauh lebih megah. Meski harus tetap waspada dan menjaga jarak aman, suasananya saat musim hujan memberi pengunjung pemandangan alam yang luar biasa.

5. Sekadar datang ke Malino untuk menyantap mie instan pun dirasa sudah cukup

ilustrasi mie instan
ilustrasi mie instan (unsplash.com/Mufid Majnun)

Ada anekdot populer di kalangan warga Makassar: "Ke Malino demi semangkok mie instan hangat itu hal biasa." Kedengarannya sederhana, tapi menyantap mie instan rebus dengan telur dan irisan cabe rawit di tengah suhu dingin Malino adalah kemewahan tersendiri. Entah kenapa, rasa mie instan di Malino berkali-kali lipat lebih nikmat dibanding buatan sendiri di rumah!

Jadi, siap ke Malino jika ada waktu? Pastikan rem dan ban dalam kondisi prima, serta jangan lupa memakai pakaian hangat!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest Travel Sulawesi Selatan

See More