Masalah Serangan PSM: Raja Sepak Pojok tapi Masih Kurang Efektif

Makassar, IDN Times - Putaran pertama BRI Super League 2025/2026 menyisakan banyak catatan untuk PSM Makassar. Pasukan Ramang menjelma sebagai tim paling agresif dalam memaksa lawan melakukan penyelamatan di area tepi lapangan.
Statistik mencatat PSM sebagai "Raja Sepak Pojok" dengan koleksi 108 tendangan sudut, tertinggi di antara seluruh kontestan liga. Capaian ini melampaui tim-tim besar lainnya seperti Persija Jakarta (104), Bali United (102), Persebaya Surabaya (96), dan Malut United (95).
1. PSM mendapat 108 sepak pojok pada putaran pertama, terbanyak di Super League

Angka ini menunjukkan bahwa serangan sayap PSM sangat aktif membombardir pertahanan lawan hingga membuahkan banyak situasi sepak pojok. Tapi, peluang melimpah dari sudut justru berbanding terbalik dengan hasil akhir didapat.
PSM mengalami krisis efektivitas di mulut gawang. Dari total 74 tembakan ke gawang yang dilesakkan (tertinggi ke-9 di liga), Juku Eja hanya mampu mengonversinya menjadi 21 gol. Rendahnya rasio konversi peluang ini menjadi alasan utama mengapa posisi PSM di klasemen kembali merosot pada pengujung putaran kedua
2. Rasio sepak pojok yang lahirkan gol masih jauh dari kata memuaskan

Ketimpangan semakin terlihat jika membedah asal-muasal gol. Mayoritas gol PSM lahir melalui skema open play dengan sumbangan 17 gol dari total 21 gol. Kreativitas serangan dalam permainan terbuka sebenarnya berjalan cukup baik. Tapi, justru pada situasi bola mati, PSM tampak sangat tumpul.
Meski memimpin statistik sepak pojok, PSM hanya mampu mencetak 1 gol dari corner kick. Padahal, dengan 108 kali percobaan, area ini seharusnya menjadi tambang gol bagi pemain-pemain berpostur tinggi seperti Yuran Fernandes atau Aloisio Soares. Selain itu, sumbangan dari situasi bola mati lainnya juga tergolong minim, yakni 2 gol penalti dan 1 gol tendangan bebas.
3. Konsistensi manfaatkan peluang menjadi hal krusial Juku Eja di putaran kedua

Kesenjangan statistik menjadi pekerjaan rumah terbesar untuk pelatih kepala Tomas Trucha memasuki putaran kedua. Strategi tim yang mampu menekan hingga menghasilkan banyak sepak pojok sudah tepat secara alur serangan. Tapi penyelesaian akhir di dalam kotak penalti masih perlu pembenahan.
Konsistensi memanfaatkan peluang, entah dari bola mati atau open play, jelas menjadi kunci bagi Yuran Fernandes dan kawan-kawan untuk bangkit di putaran kedua. Terlebih mereka memiliki target finis sebagai penghuni lima besar papan atas.















