Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pesepakbola dan official PSM Makassar dan diikuti suporternya melakukan pawai kemenangan di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (7/8/2019). (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
  • PSM Makassar, berdiri pada 2 November 1915, mencatat gelar Perserikatan pertama pada 1955-1957 dan kembali juara Divisi Utama Perserikatan 1991/1992.
  • Pada era Liga Indonesia, PSM menjuarai Divisi Utama 1999/2000 serta mencapai babak delapan besar Asian Club Championship 2001 meski finis terakhir di grup.
  • PSM mengakhiri penantian trofi melalui Piala Indonesia 2018/2019, lalu merebut Liga 1 2022/2023 dengan 72 poin dari 32 pertandingan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Sebagai klub sepak bola tertua di Indonesia yang resmi berdiri pada 2 November 1915, PSM Makassar telah mengarungi perjalanan panjang melintasi berbagai era. Resmi berumur 111 tahun pada 2 November 2026 ini, menciptakan sejarah adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan panjang Pasukan Ramang.

Tak hanya di panggung nasional, PSM turut mengecap sukses di kancang Asia. Berikut adalah rekam jejak prestasi legendaris PSM Makassar berdasarkan usia klub. Semunya terjadi pada tiga era berbeda yakni Perserikatan, Divisi Utama Ligina, hingga Liga 1.

1. Pertama kali menjadi juara tingkat nasional pada Perserikatan 1955-1957, saat klub berusia 41 tahun

ilustrasi pertandingan sepak bola (pexels.com/BOOM Photography)

Usia 41 tahun: Menjadi juara kompetisi Perserikatan PSSI 1955-1957

Era keemasan PSM di kancah nasional dimulai ketika Ramang dan kawan-kawan berhasil merengkuh mahkota Juara Perserikatan untuk pertama kalinya pada 27 Juli 1957. Mengikuti babak Putaran Nasional berformat setengah kompetisi dan berisi tujuh tim, PSM memastikan mereka membawa pulang trofi pada 27 Juli 1957. Berkat kemenangan 2-1 atas Persib Bandung dalam laga yang berlangsung di Padang, anak asuh E.E. Mangindaan finis di puncak klasemen dengan poin 11, hasil dari 5 kemenangan dan 1 kali imbang.

Usia 76 tahun: Kembali menjadi jawara Divisi Utama Perserikatan 1991/1992

Pada tahun-tahun akhir kompetisi Perserikatan, PSM kembali meraih gelar juara pada 1991/1992. Tepat pada 27 Februari 1992, skuad asuhan Syamsuddin Umar menumbangkan PSMS Medan dengan skor tipis 2-1 di Stadion Utama Senayan (kini Stadion Utama Gelora Bung Karno), Jakarta. Dua gol PSM dicetak oleh Jefri Dien dan Mustari Ato. Titel tersebut juga memutus puasa gelar yang berlangsung selama 26 tahun, setelah terakhir PSM menjadi juara Perserikatan 1965/1966.

2. Mengecap gelar juara Ligina dan tampil di babak delapan besar Asian Club Championship pada 2000

ilustrasi logo klub sepak bola PSM Makassar (instagram.com/psm_makassar)

Usia 84 tahun: Mengecap manisnya juara Divisi Utama Liga Indonesia 1999/2000

Sepak bola nasional memasuki era modern pada 1994/1995 dengan menggabungkan Perserikatan dan Galatama dalam kompetisi bernama Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina). Namun, PSM butuh waktu lima tahun untuk menjadi jawara kompetisi kasta tertinggi Indonesia tersebut. Ini terjadi pada di final Ligina 1999/2000 yang berlangsung pada 23 Juli 2000. PSM yang saat itu dijuluki Dream Team sebab diperkuat sejumlah pemain berkualitas seperti Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, Hendro Kartiko, dan Miro Baldo Bento, keluar sebagai juara usai menaklukkan Pupuk Kaltim (PKT) Bontang 3-2 di Senayan.

Usia 85 tahun: Sukses pertama di pentas antarklub Asia

Kesuksesan di level domestik membawa PSM terbang tinggi di kancah Asia. Pada 21 Maret 2001, PSM memulai perjalanan di babak delapan besar kejuaraan antarklub Asia, Asian Club Championship, ajang yang menjadi cikal bakal AFC Champions League Elite kini. Stadion Andi Mattalatta Mattoanging kala itu menjadi saksi bisu sebab Juku Eja menjamu raksasa-raksasa Asia seperti Jubilo Iwata (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan), dan Shandong Luneng (Tiongkok). Sayangnya, PSM finis sebagai juru kunci Grup Asia Timur sebab tak mampu membendung perbedaan kualitas dengan para pemain Asia Timur. Kendati demikian, lolos ke babak delapan besar menjadi salah satu prestasi terbaik PSM di pentas tingkat benua.

3. Merengkuh titel juara Liga 1 2022/2023 saat PSM Makassar berusia 107 tahun

Salah satu momen pertandingan pekan ke-16 BRI Liga 1 2022/2023 antara PSM Makassar versus PSIS Semarang yang berlangsung di Stadion Sultan Agung Bantul pada 19 Desember 2022. (Twitter.com/PSM_Makassar)

Usia 103 tahun: Menjadi juara kompetisi domestik Piala Indonesia untuk pertama kali

Setelah menantikan trofi ajang resmi selama hampir dua dekade, PSM akhirnya memutus dahaga gelar pada 6 Agustus 2019. Di bawah asuhan Darije Kalezic, PSM keluar sebagai juara Piala Indonesia 2018/2019 usai membekuk Persija Jakarta dengan agregat 2-1. Wiljan Pluim dan kawan-kawan berhasil membalikkan keadaan berkat kemenangan 2-0 pada leg kedua yang berlangsun di Stadion Mattoanging.

Usia 107 tahun: Merengkuh gelar juara Liga 1 2022/2023, akhiri puasa gelar 22 tahun

PSM sukses menyegel gelar juara Liga 1 2022/2023 pada 31 Maret 2023 setelah mengalahkan Madura United dengan skor 3-1 pada laga pekan ke-32 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada 31 Maret 2023. Kemenangan tersebut membuat anak asuh Bernardo Tavares mengumpulkan 72 poin dari 32 pertandingan. Jumlah poin ini tidak terkejar lagi oleh para pesaing terdekat mereka di papan atas klasemen meski kompetisi masih menyisakan dua laga.

Resmi berusia 111 tahun, PSM Makassar tetap setia merawat tradisi sepak bola Sulawesi dan Indonesia. Ewako!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article