TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Penerimaan Pajak di Sulselbartra Capai Rp3,6 T di Triwulan I 2023

Sulsel dan Sultra jadi penopang penerimaan pajak

Ilustrasi Pajak (IDN Times/Arief Rahmat)

Makassar, IDN Times - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara mencatat penerimaan pajak senilai Rp3,67 triliun di triwulan pertama tahun 2023. NIlai itu 20,50 persen dari target. 

Penerimaan pajak triwulan I tahun ini jadi yang tertinggi untuk periode sama dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya di tahun 2022 penerimaan pajak senilai Rp2,8 triliun.

"(Penerimaan) kita tumbuh 29,99 persen," kata Kepala Kanwil DJP Sulselbartra Arridel Mindra pada konferensi pers di kantornya di Makassar, Rabu (5/4/2023).

Baca Juga: Ramai Seruan Tak Usah Bayar Pajak, Dirjen Pajak Buka Suara

1. Target tahun ini Rp17,90 triliun

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara Arridel Mindra. (IDN Times/Dahrul Amri)

Pada tahun 2023 Kanwil DJP Sulselbartra menargetkan penerimaan pajak senilai Rp17,90 triliun. Target ini naik 22,6 peren dibandingkan tahun 2022, yaitu Rp14,6 triliun. Kenaikan target dianggap cukup beralasan, mengingat potensi di masing-masing daerah.

"Karena tiga provinsi ini (terdapat) perdagangan, infrastruktur yang makin baik dan makin hidup, banyaknya juga industri," ujar Arridel.

2. Penerimaan pajak di Sulsel dan Sultra naik, di Sulbar menurun

Ilustrasi Pajak (IDN Times/Arief Rahmat)

Dalam paparannya, Arridel menyebutkan bahwa dari tiga provinsi, hanya Sulbar yang mencatatkan penurunan penerimaan pajak. Dengan capaian 15,43 persen dari target, pertumbuhan penerimaan pajak di daerah itu minus 2,61 persen dibandingkan tahun lalu.

Penerimaan pajak di Sultra naik 33,64 persen. Sedangkan di Sulsel penerimaan pajak tumbuh 31,50 persen.

"Sementara Provinsi Sulsel sendiri tumbuh 31,50 persen dan capaianya 22,69 persen. Memang penerimaan pajak kita ditopang di 2 provinsi untuk Kanwil kita, karena kita tahu Sulawesi Barat kan tumbuh negatif," Arridel menjelaskan.

Baca Juga: Ramai Seruan Tak Usah Bayar Pajak, Dirjen Pajak Buka Suara

Berita Terkini Lainnya